Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj menjelaskan ada tiga faktor yang menyenyebabkan ideologi radikal tumbuh subur di Indonesia.
Pertama, dangkalnya pemahaman terhadap Islam atau membaca literatur keagamaan secara literal. Kiai Said menuturkan, kelompok garis keras mampu merubah mereka menjadi seorang teroris dengan menanamkan doktrin keagamaan yang literal tersebut.
Kedua, kemiskinan. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah itu mengatakan, ada jarak yang menganga antara yang kaya dan yang miskin.
Ketiga, kurangnya pendidikan. Kiai Said mengatakan, pemimpin-pemimpin NU terus berupaya untuk menjaga dan berusaha untuk menyediakan pendidikan yang cukup, kesehatan, dan dukungan finansial untuk Nahdliyin.
Setelah mengetahui ketiga aspek tersebut, lantas perlu diapakan? Tentunya kita sebagai masyarakat Indonesia harus sellau berpedoman pada Ideologi Pancasila dan menolak dengan keras adanya ideologi lain. Perlu adanya perhatian lebih dari kita semua bersama pemerintah dalam hal perbaikan ketiga faktor pemicu penyebaran paham radikal di Indonesia. Perbaikan tingkat kesejahteraan ekonomi akan menjadi kunci sukses menolak paham radikal di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar