Dicopot dari Ketua Presidium Alumni 212, tidak Ingin Pamornya Redup, Sambo Mengancam Jokowi Soal Dana Haji
Jujur sebenarnya di satu sisi, saya
kasihan dengan Sambo yang semakin kehilangan kepercayaan dari Presidium
Alumni 212. Pencopotan dari jabatannya sebagai ketua Presidium Alumni
212 menjadi bukti shahih betapa sosok Sambo nyaris sudah tidak dianggap
lagi oleh anggota Presidium Alumni 212. Dirinya dinilai telah melakukan
pelanggaran yang berat dan keluar dari koridor Presidium Alumni 212
karena membela Hari Tanoe yang jelas-jelas non-muslim. Padahal, misi
Presidium Alumni 212 adalah membela para ulama.
Namun di sisi lain, saya menyayangkan
sikap Sambo yang sepertinya ingin terus mencari panggung dengan cara
mengancam Jokowi. Saya rasa ini cara yang sangat bodoh dalam meraih
kepopuleran.
Nama Sambo nyaris tidak terdengar
sebelumnya. Bahkan di aksi 411 dan aksi 212, tidak ada pembicaraan soal
Sambo. Nama Sambo mulai muncul dan menghiasi media-media berita di
Indonesia setelah mengambil alih komando aksi.
Setelah Rizieq Syihab memilih kabur ke
Arab, serta Al-Khaththath yang ditangkap polisi, tidak ada lagi tokoh
besar yang menjadi komando demo. Sambo kemudian muncul dan membawa
embel-embel ketua Presidium Alumni 212 dan siap melakukan aksi-aksi
kembali untuk membela Rizieq.
Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba muncul
kelompok bernama Presidium Alumni 212 dan Sambo sebagai ketuanya. Entah
jabatan Sambo adalah hasil musyawarah Presidium Alumni 212 atau hanya
pengakuan tanpa ada musyawarah sebelumnya. Sambo langsung mengambil alih
komando aksi. Dirinya menjadi pemimpin aksi-aksi lanjutan setelah 212.
Nama Sambo sempat dielu-elukan oleh umat
Islam karena begitu gigih membela Rizieq dan terus melakukan aksi. Sambo
juga semakin mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya warga PAN
dan Muhammadiyah ketika mau membela Amien Rais.
Sayangnya, Sambo keblinger. Dirinya
terlalu asyik menikmati momen ini sehingga demi memuaskan hasrat ingin
terus populer, dirinya melakukan blunder yang akan serta merta akan
meruntuhkan pamornya. Dengan membela Hari Tanoe, dirinya tidak hanya
dihujat oleh umat Islam di luar anggota Presidium Alumni 212, namun juga
oleh anggota Presidium Alumni 212 itu sendiri. Dirinya dicopot dari
jabatannya sebagai ketua Presidium Alumni 212 karena dianggap membuat
malu Presidium Alumni 212.
Sejak saat itu, nama Sambo nyaris
tenggelam dan tidak terdengar lagi. Tidak ada lagi masyarakat yang
menaruh kepercayaan kepadanya. Presidium Alumni 212 sendiri telah
mencampakkan sambo.
Saya pikir, setelah dicampakkan oleh
Presidium Alumni 212, Sambo akan menyadari kekeliruannya. Saya pikir
Sambo akan memperbaiki diri dan tidak lagi bernafsu untuk populer. Namun
dugaan saya keliru.
Kali ini Sambo kembali muncul ke permukaan
. Tidak tanggung-tanggung, dirinya mengancam Jokowi jika akan
menggunakan dana haji untuk pembangunan infrastruktur. Entah hal apa
yang membuat dirinya masih punya nyali untuk nyinyir kepada pemerintah.
Sambo menolak usulan Presiden Jokowi soal
dana haji dikelola pemerintah dalam bentuk investasi untuk pembangunan
infrastruktur. Sambo akan menggelar aksi jika usulan itu diberlakukan.
“Jelas, ada aksi kita. Tentu aksinya konstitusional lah. Kita sangat tidak setuju dan sangat menolak (penggunaan dana haji untuk infrastruktur),” kata Mantan Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Sambo di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2017).Menurut Sambo, seharusnya dana haji digunakan untuk kepentingan jamaah haji. Selain itu, dana haji juga bisa digunakan untuk kepentingan umat Islam.“Tidak boleh digunakan untuk selain itu. Karena tidak amanah,” ucapnya.“Bisa kita gugat, apa haknya. Enak banget gunakan uang orang dengan peruntukan yang tidak seharusnya,” tutupnya.
Saya tidak tertarik untuk menanggapi
pernyataan Sambo soal dana haji tidak boleh digunakan untuk pembangunan
infrastruktur. Sebelum Sambo, telah ada tokoh yang lebih besar yang
tidak sepakat dengan rencana Jokowi menggunakan dana haji untuk
pembangunan infrastruktur seperti Hidayat Nur wahid. Soal wacana
tersebut juga sudah ditanggapi oleh Kemenag dan MUI bahwa ada intinya
dana haji boleh digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
Saya hanya kasihan kepada Sambo yang terus
menerus memaksa dirinya agar tidak kehilangan pamor. Saya yakin ancaman
ini tidak lain hanya untuk mencari keopuleran semata. Ancaman akan
melakukan aksi juga tidak mewakili siapapun, pasalnya MUI sendiri tidak
melarang dana haji digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Dirinya
juga tidak lagi menjadi ketua Presidium Alumni 212. Apa dia yakin mampu
mengumpulkan massa untuk mengadakan aksi?
Sambbo tentu tidak ingin kehilangan momen
ini. Tak peduli apakah nantinya Jokowi benar-benar akan menggunakan dana
haji untuk infratsruktur atau tidak, Sambo tak peduli. Yang terpenting
dia melihat peluang untuk kembali eksis
Pasalnya, Jokowi juga sudah menjelaskan
sebenarnya itu hanya salah satu contoh saja. Jadi masih sebatas wacana.
Jika tiba-tiba Sambo tersulut emosinya dan mengancam akan kembali
melakukan aksi, ditambah dengan posisinya yang tidak lagi menjabat ketua
Presidium Alumni 212, maka dapat disimpulkan bahwa ancaman dia
hanyabertujuan agar dia tetap terus populer dan diperbincangkan.

Komentar
Posting Komentar