Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Presiden Saya Jokowi, Saya Indonesia, Saya Pancasila

Sekali lagi seperti tulisan saya kemarin soal video nyentilnya Kaesang Pangarep, kali ini sebelum membaca tulisan saya lebih lanjut saya mohon Anda menonton dulu video dar Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, di atas. Agar persepsi bisa disamakan dan Anda juga nyambung dengan apa yang hendak saya bahas. Cukup 35 detik saja waktu yang Anda perlukan. Pancasila itu jiwa dan raga kita. Ada di aliran darah dan detak jantung kita. Perekat keutuhan bangsa dan negara. Saya Jokowi. Saya Indonesia. Saya Pancasila. Untaian kalimat ini singkat, lugas, penuh makna. Video ini memang dibuat jelang peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni, mendatang. Dan ini sangat relevan sekali dengan kondisi negara ini yang sedang dilanda berbagai isu. Isu-isu yang sedang santer ini memang rentan sekali mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa. Yang paling kontras dengan peringatan Hari Lahir Pancasila adalah tentang masuknya golongan dan organisasi yang menginginkan ideologi khilafah menggantikan Pancasi...

Ketum PBNU: Semua Organisasi Islam di Indonesia Tolak HTI

Jakarta - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan mendukung pemerintah yang mengambil langkah hukum membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Said mengatakan semua organisasi Islam di Indonesia menolak kehadiran HTI di Indonesia. "Kita, organisasi Islam di Indonesia, bukan hanya Nahdlatul Ulama (NU), tapi organisasi-organisasi lainnya semua menolak kehadiran HTI di Indonesia," ujar Said dalam acara dialog yang berlangsung di PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017). Acara dialog yang berlangsung di PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017). (Heldani Ultri Lubis/detikcom) Said berharap pemerintah segera mengeluarkan peraturan perundang-undangan terkait hal itu. Dia ingin agar semua organisasi, tidak hanya HTI, yang berdiri tidak berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dihilangkan dari Indonesia. "Kita ajukan supaya segera ada UU. Organisasi yang tidak berdasarkan Pancasila atau merongrong keberadaan NKRI, tidak ...

Begini Rencana Gila ISIS untuk Indonesia, Akankah Kita Masih Berkutat Dengan Hoax PKI ?

“ Jika ingin menghancurkan sebuah agama, maka giringlah orang-orang bodoh dalam membela Agama tersebut”. (Imam Ali bin Abi Thalib r.a.)   Gempuran hebat dari berbagai negara untuk melumpuhkan ISIS, agaknya belum menghabisi Rezim Iblis ISIS di dunia ini. Bahkan, meski ruang geraknya makin dipersempit, mereka berhasil membuat masyarakat dunia ketakutan akan terornya. Ledakan bom bunuh diri yang terjadi di seantero jagad diklaim dilakukan oleh personel dan simpatisan ISIS. Apa yang terjadi di Manchaster dan di Kampung Melayu Jakarta juga adalah bagian dari kampanye ISIS. Begitu pula yang terjadi di Marawi, Filipina menunjukkan bahwa alih-alih mengecil, potensi ancaman ISIS masih sangat besar. Marawi Filipina, yang tidak jauh dari Indonesia seakan menegaskan bahwa ISIS sudah hadir di depan gerbang tanah air. Meski bukan berita baru, terungkap, seperti dilansir dari laman tribunnews.com . Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memiliki rencana terb...

4 Tahun Suriah Berantakan Karena Isu Agama.

Libya sampai sekarang hancur menjadi negara gagal tempat bersarangnya teroris sesudah pemersatu mereka, Muammar Qaddafi di kudeta. Irak setiap minggu terjadi minimal satu kali bom bunuh diri di pusat keramaian dan tempat ibadah yg menewaskan banyak orang. Sekarang di suriah sudah begitu banyak nyawa yang melayang, tak sedikit bangunan yg indah kini menjadi hancur berantakan. Belajar dari situasi mereka, kita menjadi paham bahwa keragaman itu sangat mahal harganya. Mereka mungkin dulu awalnya seperti kita, persis seperti kita skrg. Duduk minum kopi, teh setiap sore sambil ngobrol politik adalah kebiasaan orang-orang  timur tengah. Kehidupan mereka sangat biasa, layaknya kehidupan normal. Tidak ada yang mengira bahwa semua itu berubah 180 derajat. Baca dan renungilah nasehat Abah, beliau berpesan seperti ini "Anakku... Jangan pernah percaya dengan siapapun yang membawa jargon agama untuk saling membenci orang yang berbeda paham.  Ingat agama tidak mengajarkan kebencian tapi ...

Ramadhan, Membuatku Makin Cinta Islam dan Begitu Menghormati Agama Saudaraku Non Muslim

Assalamualaikum WR WB Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci ramadhan bagi semua saudara-saudaraku seiman di Jombang, seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia. Salam sejahtera untuk seluruh teman-teman non muslim saudara sebangsa dan setanah air semoga kita semua tetap berada dalam lindungan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Saya sebagai muslim begitu miris dengan agama saya akhir-akhir ini, pertentangan dan gesekan dengan etnis dan agama lain begitu kental terjadi. Dan sungguh sangat disayangkan hal itu disebabkan oleh “oknum” agama yang saya anut yakni Islam. Di artikel saya yang sebelumnya saya menuliskan bahwa umat muslim harus  tahu dan percaya bahwa Islam itu agama yang benar karena jika tidak begitu kita tidak akan bisa melaksanakan dan menjalankan perintah agama keyakinan kita secara total jika kita tidak percaya kebenaran agama kita. Pun sama dengan agama lain, mereka harus tahu secara total tentang ajaran mereka dan meyakini agama mereka karena dengan c...

Wagub NTB Minta Mahasiswa Proaktif Tangkal Radikalisme

Mataram (Antara NTB) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H Muhammad Amin mengajak seluruh mahasiswa, menjadi kaum intelektual yang pandai mengkaji, memilih, memilah serta bersikap cerdas menyikapi berbagai permasalahan di masyarakat, termasuk pro aktif menangkal radikalisme. "Mahasiswa harus ikut serta dalam upaya menjaga keamanan dan ketentraman serta proaktif dan peduli terhadap situasi lingkungannya, agar tidak mudah disusupi kelompok-kelompok radikal yang dapat merusak masa depan generasi muda," kata Wqgub Muhammad Amin dihadapan Civitas Akademika UIN Mataram saat tasyakuran tranformasi IAIN Mataram ke UIN di Kampus UIN Mataram, Kamis. Ia menuturkan, mahasiswa sebagai kaum terdidik, jangan sampai memberi tempat pada bagi oknum, maupun golongan yang berniat menggangu stabilitas keamanan di masyarakat. "Jangan sampai terbujuk oleh berbagai aliran yang menyesatkan, yang tidak sesuai ajaran agama, maupun yang berpotensi menimbulkan perpecahan di masyar...

Bom Kampung Melayu, MUI: Ingat! Terorisme Haram Hukumnya

JAKARTA – Ledakan bom bunuh diri Kampung Melayu, Jakarta Timur mengundang perhatian mendalam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lembaga Islam terkemuka di Indonesia itu menyampaikan duka mendalam kepada segenap keluarga korban. “Semoga almarhum para korban husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menerima musibah ini,” demikian pernyataan resmi dari MUI. Dalam kesempatan ini, MUI pun mengingatkan lagi soal fatwa nomor 3 Tahun 2014 tentang terorisme. Bunyinya: Terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan Negara, bahaya terhadap keamanan, perdamaian dunia, serta merugikan kesejahteraan masyarakat. “Ingat! MUI sudah menetapkan dalam fatwa Nomor 3 Tahun 2014 bahwa perbuatan terorisme adalah haram hukumnya,” tegas Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Kamis (25/5/2017). Zainut mengatakan dua ledakan bom bunuh diri Kampung Melay...

Pemahaman Pancasila Jadi Benteng Mahasiswa Tangkal Radikalisme

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengumpulkan seluruh Pembantu Rektor (Purek) Bidang Kemahasiswaan. Dia melihat saat ini hampir semua universitas menjadi sasaran penyebaran paham radikalisme di Indonesia. Salah satu bukti adanya 'deklarasi khilafah' di salah satu perguruan tinggi terkenal. Untuk itu diperlukan langkah kongkret untuk mencegah perguruan tinggi disusupi paham bertujuan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta , Dede Rosyada mengatakan mahasiswa harus diberikan benteng dari serangan radikalisme dengan pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta agama Islam yang rahmatan lil alamin. Mahasiswa yang merupakan generasi muda harus menyaring ajaran yang menyimpang. "Anak-anak (mahasiswa) ini belum paham saja karena anak muda itu kan sedang mencari berbagai macam ilmu. Maka sudah menjadi kewajiban ...

Pengetahuan Agama , Kunci Pendidikan Anti Radikalisme

Kunci dari masalah di Indonesia adalah “PROGRAM WAJIB BELAJAR 9 TAHUN” , bisa di katakan “GAGAL” . Bahkan di beberapa daerah untuk dua tahun yang namanya TK saja kesulitan , belum masuk SD loh. Dan di Indonesia ada sejumlah lembaga pendidikan yang diakui secara Nasional, yaitu Sekolah Negeri , Sekolah Swasta , Sekolah Islam / Madrasah dan Pesantren serta berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan khusus atau kekhususan. Namun ada hal lucu yang terjadi di Indonesia, yaitu bahkan tidak semua lembaga tersebut berada di bawah Kementrian Pendidikan , ada beberapa sekolah seperti Pesantren dan Sekolah Islam yang berada di bawah Kementrian Agama. Seharusnya kedudukan Kementrian Agama berada di bawah Kementrian Pendidikan dalam urusan sekolah, Kementrian Agama hanya mengajukan rekomendasi terkait bidang tertentu dan penanggung jawabnya tetaplah Kementrian Pendidikan. Dan dalam dunia pendidikan di Indonesia, terkadang muncul istilah ...

Ketum PBNU: Kita Sepakat Jadi Islam yang Ramah

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menegaskan, sejumlah ormas Islam jauh hari telah sepakat untuk jadi umat yang ramah dan berbudaya. "Indonesia ini, NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Agus Salim, Wahid Hasyim, Kahar Muzakir, sepakat kita Islam yang ramah, berbudaya, dan berakhlak," ujar Said Aqil di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (19/5/2017). Said menyatakan, Indonesia adalah negara damai. Waktu itu kalau kiai-kiai NU ngomongnya tahun 1936 darussalam , negara yang damai. "Artinya bukan negara agama, bukan negara suku, nation ," ucap dia. Karena itu, ujar Said Aqil, setiap ada gerakan-gerakan yang bertentangan dengan prinsip kedamaian, haruslah ditindak tegas. "Setiap gerakan yang mengarah, bertentangan dengan prinsip itu, harus kita sikapi tegas, jangan dibiarkan," kata Said Aqil . "Iya kalau masih kecil. Kalau sudah besar, jutaan anggotanya, apa enggak merongrong. Kan minimal mengurangi ra...

NU dan Muhammadiyah Sepakat Dukung Pembubaran HTI

Jakarta – Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, bahkan menolak tegas dengan upaya mengubah wajah Indonesia menjadi negara Islam. Semangat kebhinekaan kini menjadi pegangan penting. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menggelar diskusi terkait pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Keduanya sepakat pembubaran ini boleh dilakukan karena mengancam Pancasila. Diskusi yang dilakukan NU dan Muhammadiyah merupakan kelanjutan dari pertemuan dengan Presiden Joko Widodo bahwa diperlukan lebih banyak dialog kebangsaan untuk mendamaikan kondisi politik nasional. “NU dan Muhammadiyah sepakat Indonesia bukan negara agama, bukan negara suku, tapi negara kebangsaan,” tegas kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj di Jakarta, Jumat (19/5) kemarin. Said Aqil mengatakan sejak dulu para pendiri NU dan Muhammadiyah sepakat menjadikan pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi negara I...

Gerakan Intoleran dan Radikal Ancaman Nyata Bangsa Indonesia

Jakarta - Gerakan kaum intoleran dan radikal sudah menguasai pemikiran sebagian besar masyarakat Indonesia. Kelompok intoleran dan radikal menyebarkan kebencian dengan berkedok agama secara masif, intensif dan berlanjut. Istri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid, mengingatkan, saat ini gerakan radikal sudah masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. "Gerakan radikal dan intoleransi sudah masuk ke dalam kehidupan bernegara. Hanya berapa belas persen saja yang tidak setuju Indonesia menjadi negara Islam," kata Shinta Nuriyah, dalam talkshow Perempuan dan Kebinekaan, Senin (10/4) di Jakarta. Dari hasil survei yang dilakukan Wahid Foundation diketahui, dari total 1.255 responden, 59 persen memiliki rasa benci terhadap non muslim, etnis Tionghoa, dan lain-lain. "Dampak rasa benci itu membuat mereka tidak setuju anggota kelompok itu (non muslim) menjadi pejabat di Indonesia," ucap Shinta, menging...

Saatnya Indonesia Bangkit, Bukan Revolusi

Pelajaran dari para Guru Bangsa. “Bangsa ini memerlukan pasukan negarawan bukan politisi sumbu pendek”, begitu bunyi pesan Buya Syafi’i Ma’arif dalam acara Indonesia Bangkit di KompasTV, Kamis 18 Mei 2017 Sepertinya kita harus sepakat dengan apa yang disampaikan oleh pria bernama lengkap Ahmad Syafi’i Ma’arif tersebut. Sebagai seseorang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, tentunya pesan itu tidak ada unsur politis sama sekali. Buya benar-benar mengajak kita mengingat kembali, apa tujuan negara ini didirikan. Jika kita mau menengok Pembukaan UUD 1945, maka akan kita temukan di paragraf kedua yang berbunyi : “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”. Dari sini sangatlah jelas bahwa Indonesia adalah satu kesatuan yang utuh dengan segala aspek dan kondisinya....

PBNU: HTI Mengkafirkan Orang yang Tak Sepaham, Ini Memecah Umat

Sekjen PBNU A Helmy Faishal Zain Jakarta - PBNU mendukung langkah pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Misi dari HTI dinilai Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini bertentangan dengan Pancasila. "Kalau membaca berbagai macam statement aktivis HTI, jelas apa yang menjadi misi HTI itu bertentangan dengan Pancasila," kata Helmy di kompleks Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017). Sebagai negara hukum, langkah pemerintah sudah tepat, menurut Helmy. Dia menambahkan bahwa dakwah yang disampaikan HTI bisa meresahkan"Dengan pandangan yang menyebutkan bahwa konsep negara Pancasila adalah sistem yang mereka sebut pengkafiran, thagut , karena memutus mata rantai Khilafah Utsmani," ujar Helmy. Selain itu, ada ajaran yang menganggap orang tua atau kerabat sendiri kafir jika tak sejalan dengan pemikiran mereka. Paham seperti ini, dinilai Helmy, akan menimbulkan persoalan di kemudian hari."Mereka sebut ortu kita semuanya a...

Informasi Terbaru soal Kepastian Pembubaran HTI

Pemerintah tetap akan membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia, karena dianggap anti terhadap Pancasila. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, keputusan pemerintah tidak akan berubah. Masyarakat hanya tinggal menunggu HTI resmi dibubarkan. "Pemerintah konsisten dan tunggu tanggal mainnya (pembubaran HTI)," ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (15/5). Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) menambahkan, ormas apapun di Indonesia harus sejalan dengan Pancasila. Artinya, walaupun memiliki badan hukum yang sah ormas bisa dibubarkan oleh pemerintah, apabila bertentangan dengan Pancasila. "Ormas yang bertentangan dengan Pancasila, NKRI dan mengancam kedaulatan tidak boleh hidup di Indonesia," tegasnya. Sebelumnya, alasan pemerintah ingin membubarkan HTI karena ormas tersebut terindikasi menggelar kegiatan yang bertentangan dengan Panca...

Konflik Internal Melanda FPI

Jakarta - Sejak berdirinya Front Pembela Islam (FPI) 1998 yang lalu dibawah pimpinan Habib Rizieq Shihab, FPI dikenal dengan Ormas yang berperang melawan kemungkaran dan kemaksiatan yang semakin merajalela di seluruh sektor kehidupan dan menjaga serta mempertahankan harkat dan martabat Islam serta ummat Islam. Walaupun kebanyakan cara-cara mereka dilakukan secara frontal dan cenderung menggunakan kekerasan untuk memerangi kemungkaran dan kemaksiatan, namun mereka tidak peduli dengan cara itu, yang penting kemungkaran dan kemaksiaan mereka perangi. Selain itu para pengikut di FPI terkenal setia dan rela berkorban bagi Habib Rizieq Shihab, siapaun yang akan menyentuhnya, karena semua perkataannya dianggap selalu mengandung kebenaran dan jalan yang diridhoi  Allah SWT. Namu belakangan ini, setelah bergulir aksi bela Islam pada 2016 sampai sekarang, banyak persoalan hukum yang mendera pentolan FPI tersebut, dimuai dari penghinaan terhadap Pancasila sampai kasus "...

Waspada Terhadap Seruan Untuk Ikut Aksi Makar 20 Mei !!!

Ada upaya-upaya untuk melakukan makar yang dilakukan melalui gerakan-gerakan demonstrasi. Munculnya berbagai ajakan untuk turun kejalan melalui provokasi sosial media kini mulai bermunculan. Salah satunya adalah akun facebook dari Toni Slipi yang mengajak melakukan pergerakan massa yang dilakukan pada tanggal 20 Mei. Ajakan ini ditujukan untuk mengajak semua elemen masyarakat agar berkumpul di gedung DPR/MPR. Rencananya dari situ mereka akan menuntut pengunduran diri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rencana untuk menjatuhkan Jokowi ini tentunya merupakan salah satu bentuk upaya makar. Karena Jokowi merupakan Presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat dan sah secara konstitusional. Jadi upaya untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi adalah upaya makar dan inkonstitusional. Para pelaku tersebut dapat dijerat dengan hukum yang berlaku. Ajakan ini juga tidak mengatakan alasan mengapa mereka ingin menurunkan Presiden Jokowi. Padahal selama ini, jika dilihat dar...