Langsung ke konten utama

Wagub NTB Minta Mahasiswa Proaktif Tangkal Radikalisme

Mataram (Antara NTB) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H Muhammad Amin mengajak seluruh mahasiswa, menjadi kaum intelektual yang pandai mengkaji, memilih, memilah serta bersikap cerdas menyikapi berbagai permasalahan di masyarakat, termasuk pro aktif menangkal radikalisme.

"Mahasiswa harus ikut serta dalam upaya menjaga keamanan dan ketentraman serta proaktif dan peduli terhadap situasi lingkungannya, agar tidak mudah disusupi kelompok-kelompok radikal yang dapat merusak masa depan generasi muda," kata Wqgub Muhammad Amin dihadapan Civitas Akademika UIN Mataram saat tasyakuran tranformasi IAIN Mataram ke UIN di Kampus UIN Mataram, Kamis.

Ia menuturkan, mahasiswa sebagai kaum terdidik, jangan sampai memberi tempat pada bagi oknum, maupun golongan yang berniat menggangu stabilitas keamanan di masyarakat.

"Jangan sampai terbujuk oleh berbagai aliran yang menyesatkan, yang tidak sesuai ajaran agama, maupun yang berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat," tegas Wagub.

Sementara, kaitannya dengan transformasi IAIN ke UIN yang sebelumnya telah melalui perjuangan panjang dan kajian komprehensif, harus disikapi dengan rasa syukur dan bangga. Khusus bagi keluarga besar UIN, Wagub berpesan agar perwujudan kesyukuran itu ditunjukkan dengan sikap mampu berperan menciptakan perubahan dalam hal yang positif, bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan dan negara.

"Dengan status sebagai UIN, kita berharap agar mahasiswa selalu semangat belajar, sehingga kualitas sumber daya manusia di daerah ini nantinya akan meningkat dan tak kalah saing dengan daerah lainnya," katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Dalam Beragama, Rujukan Pertama Adalah Google Terakhir Al Qur’an

By Rohmat Tri Santoso   Sebenarnya, kita adalah makhluk-makhluk bodoh yang mau-maunya memiliki agama. Untuk menjadi pengikut pada suatu agama, termasuk Islam. Kita harus memutar otak dua puluh empat jam non stop. Merenungi. Menghayati, dan memaknai ajaran-ajaran dalam agama tersebut. Beragama. Berarti kita harus mengulik. Membedah rahasia tuhan. Menyingkap tabir yang tertutupi. Menemukan rumus-rumus tuhan. Demi mengenalnya lebih jauh. Demi memantapkan dan membimbing jiwa kita mengahadapi hidup yang njelehi ini. Cusssss. Gedeblug…. Tuhan menurunkan kitab suci pembimbing manusia ke bumi. Untuk menemukan rumus-rumus tuhan. Manusia perlu menelaah kitab suci sebagai buku manual untuk lebih dekat dengannya. Untuk mengetahui mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Tapi ternyata eh ternyata. Kitab suci itu terlalu kecil sebagai sumber pemaknaan tuhan. Manusia tetap harus memutar otaknya, m...