Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Indonesia Darurat Radikalisme, Polisi Kembali Diserang, Mengapa Tidak Ada Aksi Bela Polisi?

Radikalisme dan terorisme saya rasa benar-benar menjadi ancaman yang nyata dan tidak bisa diremehkan begitu saja. Sasaran utama mereka adalah polisi. Beberapa polisi diserang oleh orang tak dikenal seperti di Banyumas dan di Sumut. Bahkan belum lama ini, Aiptu Martua Sigalinging menjadi korban tewas dalam penyerangan tersebut. Ingatan kita belum hilang terkait penyerangan di Polda Sumut. Kali ini kembali ada penyerangan terhadap polisi yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki ciri-ciri yang sama dari orang-orang yang selama ini menyerang polisi. Simak informasi berikut. Seorang pria tidak dikenal menusuk dua polisi, di depan Masjid Falatehan, dekat lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017) malam. Kepolisian mengungkapkan, pelaku yang diduga menusuk dua anggota Brimob Mabes Polri sempat meneriakkan kata ‘kafir’ dan allahu akbar sebelum menyerang korbannya. “Kafir, kafir katanya. Yang dibilang kafir, anggota Brimob, sambil teriak dia ...

Sinyal Keretakan Antara GNPF-MUI, Amien Rais, Ketua Presidium Alumni 212

Pertemuan antara Jokowi dan GNPF-MUI secara mendadak memang menimbulkan efek dahsyat. Banyak spekulasi terhadap pertemuan ini. Ada yang mengatakan ini adalah strategi GNPF-MUI agar eksistensinya diakui oleh pemerintah serta agar pemerintah menutup kasus Rizieq. Ada fakta yang menarik dari pertemuan ini dimana ternyata tidak ada komunuikasi antara GNPF-MUI dengan Amien Rais dan Ketua Alumni 212 ketika hendak bertemu Presiden secara mendadak tersebut. Hal ini  menarik karena selama ini mereka begitu kompak untuk membela Rizieq. Plt Sekretaris Tim 7 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF-MUI, Muhammad Lutfi Hakim menyebutkan bahwa penasihat Presidium Alumni 212, Amien Rais menyambut baik pertemuan GNPF dengan Presiden Joko Widodo pada Minggu 25 Juni 2017 lalu. Bahkan Lutfi mengaku kalau hal tersebut disampaikan langsung oleh Amien usai dirinya mengabarkan hasil pertemuan dengan Jokowi. “Saya sudah komunikasi dengan Amien Rais karena hubungan saya dengan Amien...

Khilafah Sekarang adalah Utopia, Sengaja Dimunculkan Oleh Imperialisme

Menganggap elit Islam otomatis benar, dan tidak mungkin salah, tentu menyalahi prinsip dalam Islam yang menganggap manusia sebagai rumah kesalahan. Menganggap keturunan Nabi atau keturunan Ulama lebih tinggi derajatnya ketimbang manusia lainnya juga menyalahi prinsip dalam Islam yang memerintahkan untuk memuliakan semua manusia, tanpa memandang ras dan agamanya. Jika tidak, maka kaum muslim akan terus menerus terjebak pada kontradiksi internal antara yang seharusnya dan senyatanya. Jika ini tak bisa dilampaui oleh kaum muslim hari ini, maka kita tak bisa membayangkan akan muncul perdebatan ilmiah yang mampu menjelma obor pencerahan (at-tanwir) bagi matinya kewarasan, sebagaimana dulu, perdebatan antara Al-Ghazali dan Ibn Rusyd. (Roy Murthado) Kaum fanatik, lebih memilih untuk “percaya” ketimbang “dikaji dan berpikir” terlebih dahulu. Seperti pengikut RS misalnya dalam menanggapi kasus “pornografi”, mereka akan lebih percaya bahwa itu fitnah ataupun rekayasa, ka...

'Sel kecil' dan 'pelaku tunggal' pola baru serangan teroris di Indonesia

Penggunaan sel-sel kecil dan pelaku tunggal dalam melakukan serangan kini menjadi strategi yang semakin sering dijalankan organisasi terkait terorisme sebagai upaya untuk menjaga keamanan jaringan mereka. Pengamat terorisme dan direktur Institute for Policy Analysis of Conflict, Sidney Jones, mengatakan bahwa strategi ini diambil karena jaringan teror menilai "terlalu berbahaya bagi mereka untuk bergerak sebagai satu organisasi besar". Meski begitu, terkait serangan terhadap pos polisi di Cikokol, Jones mengatakan, "Harus digarisbawahi, terlalu dini untuk diketahui orang ini (pelaku), apakah sebagian dari kelompok atau bergerak atas inisiatif sendiri." Dia menilai bahwa sampai sekarang, serangan tipe ' lone wolf ' atau pelaku tunggal masih tetap jarang terjadi di Indonesia. "Definisi lone wolf bukan apakah satu orang menjadi pelakunya, tetapi apakah dia melakukan aksi itu atas inisiatif sendiri atau sebagai anggota dari kelompok...

Akhirnya Jokowi Menundukkan GNPF-MUI

Pertemuan Jokowi dengan GNPF-MUI sangat mengejutkan, bagai petir di siang bolong tanpa ada tanda akan turun hujan. Saya awalnya mengira berita itu hanya hoax, ternyata benar dan valid bahwa Presiden Jokowi menemui GNPF-MUI. Kebesaran hati Jokowi Ada dua hal yang saya perhatikan. Pertama , menepis dugaan bahwa Jokowi dan pemerintah membenci golongan Islam tertentu atau lebih lagi, membenci Islam. Jika ada yang mau menepis kesimpulan saya ini silakan saja. Tetapi nyatanya memang pihak GNPF-MUI-lah, yang berkaitan dengan kasus Ahok, yang menuduh presiden membela penista agama. Kemudian menuduh pemerintah dan tentu termasuk Jokowi sebagai pemimpinnya, mengriminalisasi ulama dan anti-Islam. Tidak hanya itu, mungkin memang bukan GNPF-MUI, tetapi simpatisan dan pengikut mereka, termasuk Riziek dan yang lain menuduh bahwa pemerintah dan istana sebagai sarang PKI. Kejam dan keji bukan? Bahkan tuduhan-tuduhan itu sampai membuat Jokowi harus mengeluarkan ultimatum yang sa...

Internet dan Bahaya Terorisme Lone Wolf

Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengatakan, fenomena lone wolf dalam gerakan terorisme tidak bisa dipandang sebelah mata. Lone wolf merupakan istilah teror yang tidak memiliki jaringan dan bergerak tidak terorganisir. Dia mencontohkan lone wolf yang diamankan BNPT , yaitu seorang pemuda dari salah satu daerah di Jawa Barat. Remaja itu diketahui kerap berkomunikasi dengan Muhammad Bahrunnaim, anggota ISIS asal Indonesia yang terindikasi menggerakkan beberapa teror di Indonesia dengan sasaran aparat. "Sekarang sudah kita amankan, bayangkan saja sejak dia kelas 5 SD sampai kelas 1 SMA online dengan Bahrunnaim, sampai dia bisa buat bom asap, tinggal bom yang lain saja," kata Suhardi. Suhardi mencontohkan kasus Ivan, bomber Gereja Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara. "Dia berbaiat sendiri, brain washing dilakukan di internet," kata mantan Kabareskrim ini. Menurut Suhardi, remaja yang tengah berkem...

Para Veteran dan Kesedihan Mereka Mendengar Sumpah Khilafah Mahasiswa di IPB

Anda masih ingat dengan video di mana ada mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia baik itu negeri ataupun swasta dengan menggunakan jaket almamaternya masing-masing meneriakkan sumpah untuk tegaknya khilafah. Acara itu bertempat di Kampus IPB Bogor pada 30 Maret 2016. Ada 3.500 mahasiswa yang hadir. Ini angka yang tidak sedikit lho. Dan ingat itu cuma perwakilan. Artinya di luar sana ada lebih dari 3500 mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi kita yang merupakan orang-orang yang berniat menggantikan ideologi Pancasila menjadi khilafah. Entah siapa yang meracuni otak mereka. Apakah baru saat mereka kuliah diracuni ide-ide semacam itu oleh mungkin organisasi yang mereka ikuti di kampus atau mungkin bujuk rayu senior saat pembinaan mahasiswa baru. Atau mungkin saja bahkan keluarga mereka juga berpandangan sama. Dan kita tidak tahu sejauh apa mereka sudah menyebarkan doktrin yang diterimanya. Buat saya pribadi sih simpel mahasiswa ini adalah ...

Tidak Gubris Pemerintah, HTI Masih Berusaha Menjangkau Mahasiswa, Ini Selebarannya

Pemerintah sudah dengan tegas menyatakan bahwa organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah dilarang keberadaannya di indonesia. Pemerintah bahkan sudah melakukan langkah-langkah untuk membubarkan HTI secara hukum. Pernyataan pemerintah tersebut menjadi sebuah sikap tegas bagi organisasi yang berusaha mengganti ideologi NKRI dan Pancasila.   Pernyataan tegas pemerintah ini tentu saja tidak begitu saja diterima oleh HTI. Mereka bahkan sudah menyiapkan perlawanan hukum dengan menggandeng pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra. Yusril ditunjuk menjadi koordinator bagi 1.000 advokat atau pengacara yang akan membela HTI di berbagai daerah. “Tim Pembela HTI ini terdiri atas para advokat dari berbagai daerah. TP HTI ini juga akan diperkuat oleh advokat yang tergabung dalam 1.000 advokat pembela HTI,” kata juru bicara HTI Ismail Yusanto saat menggelar jumpa pers bersama Yusril di kantor Ihza & Ihza Law Firm di Tower 88, Kasablanka, Jakarta Selatan, Se...

Terorisme, Radikalisme Agama, dan Toleransi

Tindakan teror yang mengatas namakan ajaran atau akidah tertentu tidak dibenarkan di dalam agama. Almarhum Gus Dur pernah berujar, “Tuhan tidak perlu dibela.” Itu merupakan kritikan pedas terhadap para pelaku teror yang melancarkan aksinya guna menebar ketakutan dan kebencian terhadap agama tertentu. Provokasi sepertinya memang sengaja dilakukan dengan maksud dan tujuan memecah belah tali persaudaraan antar umat beragama. Terlepas dari itu semua, tindakan teror sudah menghianati nilai kemanusiaan ( Human Value ) yang selama ini dijadikan sebagai payung teduh dalam berinteraksi dengan sesama. Satu hal yang pasti, semua agama mempunyai perbedaan (Akidah) sekaligus persamaan (Nilai-nilai Universal seperti Kemanusiaan, persaudaraan). Sehingga sesuatu yang sama dalam setiap agama  jangan dibeda-bedakan lagi, begitu juga sebaliknya, sesuatu yang berbeda jangan disama-samakan. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada kesenjangan atau perdebatan mengenai perbedaan akidah. ...

Jika Baghdadi Benar Tewas, Terorisme Wajib Diwaspadai & Diberantas

Rusia mengkonfirmasi jika pihaknya telah menewaskan Abu Bakar Al Baghdadi. Informasi ini berdasarkan pada hasil serangan udara yang dilakukan oleh pihak Rusia pada tanggal 28 Mei 2017 silam. Rusia kala itu sedang membidik meeting antara dewan militer ISIS yang terletak di Raqqa, Suriah. Berdasarkan informasi dari intelejen Rusia, Abu Bakar Al Baghdadi tewas dalam serangan udara tersebut. Meskipun demikian, Kementerian Pertahanan Rusia  belum yakin dengan hal tersebut.  Baru setelah hari Jumat (16/6/2017), Rusia berani melakukan konfirmasi bahwa benar Baghdadi tewas akibat serangan udara yang dilancarkan oleh militer Rusia. Kesuksesan Rusia dalam menghabisi nyawa pimpinan kelompok ISIS ini karena pesawat tak berawak yang digunakan untuk konfirmasi tentang tempat dan waktu pertemuan petinggi ISIS. Ketika itu, Rusia sudah siap sedia dengan serangan udaranya yang mengarah ke tempat pertemuan tersebut. Di lain pihak, pasukan koalisi pimpinan USA yang ingin me...

Boni Hargens: Dipimpin Budi Gunawan, BIN Bertransformasi Semakin Maju

Jakarta  – Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens menilai Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) merupakan pemimpin yang transformatif. Budi Gunawan yang akrab disapa BG fokus pada bagaimana melakukan transformasi kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan kinerja. “Saya melihat BIN justru mengalami banyak kemajuan di tangan Pak BG,” kata Boni, Rabu (21/6). Menurut Boni, di bawah kepemimpinan BG saat ini, BIN memadai dalam memprediksi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATGH). BIN juga dapat merespon dengan cepat ATHG seperti ledakan bom di Kampung Melayu dengan memberi sinyal berupa informasi, namun eksekusi ada di tangan penegak hukum. Boni menambahkan, BG juga tipe pemimpin yang visioner. BG selalu berpikir sekaligus tentang masa depan lembaga dan manusia di dalamnya. Mengenai loyalitas BG pada negara dan presiden sebagai single user juga sangat jelas. “Saya amati, sejak belia...

Islam Tidak Pernah Mengajarkan Terorisme dan Radikalisme

NTB, BuletinInfo – Pengasuh Pondok Pesantren Al Istiqomah Kapu, Hidayatullah, menyayangkan melencengnya ideologi para teroris dari ajaran agama yang sesungguhnya. Cara kekerasan maupun membunuh sebagaimana yang dilakukan kelompok teroris bukan sesuatu yang diajarkan dalam agama. “Sejauh kami mempelajari Islam baik digali dari sisi mana pun, tidak ada satu pun yang mengajarkan tentang terorisme dan radikalisme,” ujar Hidayatullah saat ditemui di pondok pesantrennya di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu (14/6/2017). Justru, kata dia, Islam mengharamkan merusak apa pun dan mengganggu siapa pun di muka bumi. Semua perbedaan, baik perbedaan suku maupun agama, harus dihormati. Hidayatullah mengatakan, sebagai pembimbing santri di pondok pesantren, ia selalu menyampaikan bahwa Islam agama yang damai dan tentram. “Sangat menghormati siapa saja dan selalu bercita-cita ingin menciptakan keharmonisan dan kedamaian dunia,” kata Hidayatullah. Sebagai putra asli L...

Oh Beibe, Jangan Ajari Aku(Umat) Jadi Pengecut, Please deh..

Masa-masa yang indah penuh ketegaran waktu itu, suaramu melengking parau seperti merobek udara dan mengancam kebatilan, goresan tuturmu membuat kami takjub hingga engkau ajarkan kami menggemakan takbir memenuhi media…. serasa negeri ini sudah sangat islami, dimana-mana gema takbir melengking bahkan ketika fotomu terpampan lebar di spanduk-spanduk pada sudut jalan itu, tulisan takbir besarnya hampir selebar ukuran fotomu. Hingga aku membayangkan bahwa sebentar lagi umat ini sudah berdiri antrian di pintu surga karena perjuangmu. Saat itu banyak orang yang segan, banyak yang bangga mendengar namamu dan ormas ini, mendengar nama kita ada kehormatan yang membuncah, masyarakat negeri ini seperti sudah mendapatkan sosok pemimpin yang setegar para Khalifah-khalifah Ksatria di masa kejayaan Islam. Tak lepas dari ingatanku saat pertama kali kita bertemu di Bandara, ciri khas senyummu waktu itu  menyejukkan suasana bandara yang lagi sumpek, saat aku meminta foto bareng eng...

Penting, 5 Fakta Tentang Subsidi Listrik Demi Indonesia Bercahaya

Sosialisasi Pencabutan Subsidi Listrik 900 VA bagi Keluarga Mampu Sosial Media menjadi salah satu wadah dalam menyalurkan hasrat kaum sesapian yang memang sudah sejak awal pemerintahan pakde Jokowi selalu menyebarkan fitnah keji dengan membelokkan kebijakan yang sebenarnya. Kaum sesapian bumi datar selalu mengolah kata-kata yang tendensius untuk memberi pandangan sesat terhadap masyarakat yang memang secara ekonomi masih berada dalam kemiskinan. Masyarakat ekonomi lemah pasti akan terprovokasi dan menyimpulkan bahwa kepemimpinan saat ini tidak memikirkan rakyat kecil yang melanjutkan kehidupannya sangat sulit apalagi ditambah dengan biaya listrik bisa-bisa menimbulkan frustasi dikalangan masyarakat. Fakta yang sebanarnya adalah Pemerintah dengan PLN hanya mengeluarkan kebijakan untuk tidak lagi memberikan subsidi dengan kategori 900 watt ke masyarakat yang mampu secara ekonomi. Sebab, pada awalnya subsidi dengan kategori tersebut ditujukan bagi masyarakat tidak ...

Waspada, Panglima TNI: Ada Loncatan ISIS dari Marawi ke Bitung

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, ada potensi pergeseran kekuatan kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS di Marawi, Mindanao, Filipina Selatan, ke Indonesia. Kelompok teroris tersebut diperkirakan masuk melalui daerah-daerah perbatasan di bagian utara seperti Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, dan Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. "Ada loncatan ISIS dari Marawi ke Bitung, Morotai, dan seterusnya. Itu loncatan yang memang mudah. Hal ini yang sama-sama perlu kita waspadai," ujar Gatot, saat menghadiri acara buka puasa bersama dengan sejumlah pimpinan media massa nasional, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017). Di Indonesia sendiri, lanjut Gatot, sudah terbentuk "sel-sel tidur" yang jika "dibangunkan" akan membentuk jaringan radikal. Oleh karena itu, kekuatan pertahanan saat ini tengah difokuskan untuk menjaga wilayah perbatasan untuk mencegah masuknya jaringan ISIS. "Kalau ada langk...