Presidium
alumni 212 akan meminta Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab, pulang ke
Indonesia. Mereka juga akan mengadakan aksi penyambutan kepulangan
tersebut di Bandara Soekarno-Hatta.
Aksi itu dilakukan setelah polisi menetapkan Rizieq sebagai tersangka atas kasus konten chat berbau pornografi yang dilakukan Rizieq Shihab.
“Insyaallah kami akan membuat dua gerakan besar untuk menyambut (Rizieq) itu,” kata Ansufri Idrus Sambo, Ketua Presedium Alumni 212, di Masjid Baiturrahman, Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Rabu (31/5/7).
Dua gerakan yang dimaksud Sambo adalah mengadakan konsolidasi umat dan Tabligh Akbar yang dilakukan dalam dua waktu dan tempat berbeda.
Tabligh akbar pertama akan digelar pada Jumat (2/6/17) di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.
Kegiatan itu digelar setelah aksi longmarch dari Masjid Sunda Kelapa ke Komnas HAM meminta mempercepat penyelesaian rekomendasi pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintahan Jokowi terhadap ulama dan aktivis Islam.
Kemudian, Sambo mengatakan, tabligh akbar kedua akan diselenggarakan pada Jumat (9/6/17) di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Ia mengungkapkan dalam dua kegiatan tersebut mereka juga akan melakukan pembahasan rencana persiapan kepulangan Rizieq ke Indonesia.
“(Jadi) Bukan Habib Rizieq yang akan pulang, tapi kami yang meminta,” tegas dia.
Sambo mengatakan pihaknya berencana mengerahkan satu juta orang dalam penjemputan itu. Ia menjamin aksi-aksi itu akan dilakukan secara damai.
Ia melanjutkan, selain itu mereka juga akan mengadakan aksi layaknya aksi 212 dengan tema aksi bela ulama yang melibatkan ribuan massa.
Akan tetapi ada perbedaan dengan aksi 212 pada aksi yang direncanakan akan digelar setelah Ramadhan itu.
“Bukan seperti 212 yang terpusat di Jakarta, tetapi akan dilakukan di seluruh daerah untuk menuntut Jokowi mundur secara konstitusional,” ungkap Sambo.
Tindakan ini tentulah dapat dikatakan sebagai tindakan makar, karena berusaha untuk menjatuhkan Presiden yang sah dan dipilih secara konstutisional.
Sebetulnya sudah banyak orang yang curiga bahwa aksi yang dipimpin oleh Rizieq Shihab ini tujuan utamanya bukanlah Ahok. Ahok hanyalah batu loncatan untuk melakukan makar dan menurunkan Jokowi. Namun, Rizieq Shihab dan para pendukungnya selalu membantah hal tersebut dan menyebut sepuluh orang yang ditangkap polisi tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan demo. Mereka ngotot bahwa tindakan mereka adalah upaya penegakan hukum penistaan agama.
Akan tetapi, kali ini baru terlihat jelas belang dan maksud terselubung dari Rizieq Shihab cs. Mereka secara jelas-jelas mengatakan akan mengadakan aksi yang bertujuan untuk menurunkan Jokowi.
Aksi ini tentulah bukan lagi merupakan aksi bela Islam. Karena dalam aksi ini tidak ada sama sekali kepentingan umat Islam yang dibela.
Akan tetapi, merupakan aksi untuk menyelamatkan pemimpin mereka yaitu Rizieq yang sudah jelas-jelas terlibat dalam kasus pornografi, mereka berusaha untuk memanipulasi umat Islam untuk melakukan makar.
Jadi sebetulnya alumni 212 membela Islam atau hanya membela Rizieq?
Aksi itu dilakukan setelah polisi menetapkan Rizieq sebagai tersangka atas kasus konten chat berbau pornografi yang dilakukan Rizieq Shihab.
“Insyaallah kami akan membuat dua gerakan besar untuk menyambut (Rizieq) itu,” kata Ansufri Idrus Sambo, Ketua Presedium Alumni 212, di Masjid Baiturrahman, Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Rabu (31/5/7).
Dua gerakan yang dimaksud Sambo adalah mengadakan konsolidasi umat dan Tabligh Akbar yang dilakukan dalam dua waktu dan tempat berbeda.
Tabligh akbar pertama akan digelar pada Jumat (2/6/17) di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.
Kegiatan itu digelar setelah aksi longmarch dari Masjid Sunda Kelapa ke Komnas HAM meminta mempercepat penyelesaian rekomendasi pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintahan Jokowi terhadap ulama dan aktivis Islam.
Kemudian, Sambo mengatakan, tabligh akbar kedua akan diselenggarakan pada Jumat (9/6/17) di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Ia mengungkapkan dalam dua kegiatan tersebut mereka juga akan melakukan pembahasan rencana persiapan kepulangan Rizieq ke Indonesia.
“(Jadi) Bukan Habib Rizieq yang akan pulang, tapi kami yang meminta,” tegas dia.
Sambo mengatakan pihaknya berencana mengerahkan satu juta orang dalam penjemputan itu. Ia menjamin aksi-aksi itu akan dilakukan secara damai.
Ia melanjutkan, selain itu mereka juga akan mengadakan aksi layaknya aksi 212 dengan tema aksi bela ulama yang melibatkan ribuan massa.
Akan tetapi ada perbedaan dengan aksi 212 pada aksi yang direncanakan akan digelar setelah Ramadhan itu.
“Bukan seperti 212 yang terpusat di Jakarta, tetapi akan dilakukan di seluruh daerah untuk menuntut Jokowi mundur secara konstitusional,” ungkap Sambo.
Tindakan ini tentulah dapat dikatakan sebagai tindakan makar, karena berusaha untuk menjatuhkan Presiden yang sah dan dipilih secara konstutisional.
Sebetulnya sudah banyak orang yang curiga bahwa aksi yang dipimpin oleh Rizieq Shihab ini tujuan utamanya bukanlah Ahok. Ahok hanyalah batu loncatan untuk melakukan makar dan menurunkan Jokowi. Namun, Rizieq Shihab dan para pendukungnya selalu membantah hal tersebut dan menyebut sepuluh orang yang ditangkap polisi tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan demo. Mereka ngotot bahwa tindakan mereka adalah upaya penegakan hukum penistaan agama.
Akan tetapi, kali ini baru terlihat jelas belang dan maksud terselubung dari Rizieq Shihab cs. Mereka secara jelas-jelas mengatakan akan mengadakan aksi yang bertujuan untuk menurunkan Jokowi.
Aksi ini tentulah bukan lagi merupakan aksi bela Islam. Karena dalam aksi ini tidak ada sama sekali kepentingan umat Islam yang dibela.
Akan tetapi, merupakan aksi untuk menyelamatkan pemimpin mereka yaitu Rizieq yang sudah jelas-jelas terlibat dalam kasus pornografi, mereka berusaha untuk memanipulasi umat Islam untuk melakukan makar.
Jadi sebetulnya alumni 212 membela Islam atau hanya membela Rizieq?
Komentar
Posting Komentar