Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Dialog sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu kunci peningkatan kesejahteraan buruh #MayDayDamai

Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan, buruh tidak dilarang melakukan aksi unjuk rasa. Namun, menurut dia, aksi unjuk rasa harus memperhatikan urgensi dan efektifitasnya. Hanif mengatakan, sebelum memutuskan melakukan aksi unjuk rasa, sebaiknya dilakukan dialog sosial untuk menemukan solusi bersama. Sebab, dialog sosial ketenagakerjaan dilakukan secara sejajar dan dengan kepala dingin. “Di negara maju, dialog sosial terus digemakan dalam menghadapi masalah ketenagakerjaan,” katanya, Sabtu (29/4). Hanif mengatakan, dialog sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu kunci peningkatan kesejahteraan buruh. “Kita menyadari, kepentingan pengusaha dan pekerja pasti berbeda. Tapi sepanjang bisa didialogkan, solusi pasti ditemukan,” ujarnya. Sementara, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Indrayana mengakui, kesadaran untuk melakukan dialog sosial ketenagakerjaan terus menjamur di tengah perjuangan gerakan buruh Indonesia s...

Biarkan Kasus Ahok Berjalan Sesuai Dengan Proses Hukum Tanpa Ada Intimidasi

Mantan Ketua MPR, Amien Rais mengkritik keras terkait tuntutan jaksa kepada terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Amien menilai itu terlalu ringan dan justru memperlihatkan jaksa seolah membela Ahok.   “Ada keanehan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) malah membela terdakwa (penista agama), itu luar biasa,” kata Amien di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/4). Amien juga mengaku khawatir, dengan tuntutan ringan seperti itu, Indonesia akan menjadi seperti negara tanpa hukum. Pasalnya, karena hal tersebut, penegakkan hukum dipertanyakan. “Jadi kalau ini dibiarkan negara kita jadi Lawless Country. Yang kecil dihukum berat yang besar ditutupi,” kata Amien. Amien juga mengingatkan, dalam sidang putusan 9 Mei 2017 mendatang, Majelis Hakim harus mendengarkan aspirasi masyarakat dan menegakkan keadilan di mata hukum. “Saya berharap Hakim itu pakai Nurani tegakkan keadilan yang betul-betul tidak menohok tidak...

Penyebaran Paham Khilafah, Banyak Dilakukan HTI Di Kampus-Kampus

Ketua Pengurus Cabang NU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab menilai, pemikiran khilafah yang dikembangkan Hizbut Tahrir Indonesia berkembang subur di tengah kampus eksakta atau ilmu pasti. “HTI mulai berkembang di kelompok masyarakat urban. Kalau dispesifikkan di kalangan perguruan tinggi, khususnya di program studi eksakta. Karena (kalangan mahasiswa eksakta) banyak mendapat transformasi keilmuan di bidang agama lebih pada proses instan, seperti e-learning atau halaqoh yang tidak berangkat dari dasar pengetahuan itu sendiri yang banyak dipelajari di pesantren,” katanya. Hal inilah yang kemudian, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah bagi NU dan seluruh badan otonom. Pengurus dan aktivis NU harus menyosialisasikan paham kebangsaan dan keislaman di semua lini masyarakat, termasuk kampus. Saat ini, dia mengakui bahwa gerakan penyebaran pemikiran NU di kampus kurang masif dan ada anggapan bahwa pemikiran masyarakat ...

Dalil Kewajiban Pembentukan Khilafah itu FIKTIF

1. Wajibkah mendirikan khilafah? Tidak wajib! Yang wajib itu adalah memiliki pemimpin, yang dahulu disebut khalifah, kini bebas saja mau disebut ketua RT, kepala suku, presiden, perdana menteri, etc. Ada pemelintiran seakan-akan para ulama mewajibkan mendirikan khilafah, padahal arti kata “khilafah” dalam teks klasik tidak otomatis bermakna sistem pemerintahan Islam (SPI) yang dipercayai oleh para pejuang pro-khilafah. Masalah kepemimpinan ini simple saja: “Nabi mengatakan kalau kita pergi bertiga, maka salah satunya harus ditunjuk jadi pemimpin”. Tidak ada nash yang qat’i di al-Qur’an dan Hadis yang mewajibkan mendirikan SPI (baca: khilafah ataupun negara Islam). Yang disebut “khilafah” sebagai SPI itu sebenarnya hanyalah kepemimpinan yang penuh dengan keragaman dinamika dan format. Tidak ada format kepemimpinan yang baku. 2. Bukankah ada Hadis yang mengatakan khilafah itu akan berdiri lagi di akhir zaman? Para pejuang berdirinya khilafah pe...

Bahaya Laten Radikalisme dan Konspirasi Menghancurkan Indonesia (Dimulai dari Jakarta)

Pemilihan kepala daerah atau Pilkada seharusnya berjalan tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun. Setiap individu bebas memilih pilihannya. Para calon pemimpin dan para pendukungnya bisa beradu program tanpa harus mengancam dan menekan warga pemilih. Idealisme di atas takkan pernah bisa diterapkan di Jakarta. Pilkada sudah terlanjur dimulai dengan kotornya permainan politik. Sentimen SARA sudah terbangun bahkan sebelum kontestasi politik ini dimulai. Tekanan dan paksaan terlihat masif di lapangan. Bahkan, produk-produk agama seperti “neraka” harus rela dipaksa untuk menakut-nakuti warga. Seorang Jawara Betawi, H Abu Sadelih namanya, membuat sebuah deklarasi sarat SARA. Deklarasi di bawah golok terhunus dan Quran tentunya, secara terang-terangan ia ingin mengatakan kepada warga DKI “ Lu pilih Ahok dapat dua, azab dari ini golok sama azab dari Allah ”. Begini bunyi deklarasinya: Lailaha illallah, muhammadur rasulullah Demi Allah. Kami dan keluarga kami akan mend...

Peran Sekolah Penting Untuk Pengajaran Bahaya Radikalisme Dan Intoleransi Sedari Dini

Ilustrasi Sekolah harus berupaya untuk meminimalkan dan mengatasi radikalisme serta intoleransi di sekolah-sekolah. Jadi, peran aktif kepala sekolah dalam mengawasi dan menindak perilaku siswa yang bersifat radikal diperlukan. Ucapan tersebut diungkapkan oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, dalam lokakarya untuk siswa SMA dan SMK bertajuk Aksi Pelajar untuk Kebinekaan Indonesia, yang berlangsung di Jakarta, Jumat (21/4) kemarin. Upaya kepala sekolah dalam menindak radikalisme dan intoleransi, menurutnya, menjadi faktor kunci agar kasus tersebut tidak terus berkembang. “Selama ini ada pembiaran. Ketika dibiarkan dan jadi besar, barulah heboh. Harusnya penindakan dimulai sejak kasus itu masih kecil,” terangnya. Dia menerangkan bahwa Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa dan 742 bahasa daerah.Keberagaman tersebut selama ini justru menjadi kekayaan utama bangsa ini. Untuk melakukan penindakan terhadap intolera...

Kartini VS Radikalisme dan Intoleransi

21 April, setiap tahunnya di tanggal ini kita selalu merayakan Hari Kartini, hari yang dimaknai sebagai peringatan perjuangan emansipasi perempuan Indonesia. Pada tahun 1879, hari ini, di Rembang lahirlah perempuan bernama Raden Adjeng Kartini. Dari kebiasaannya berkorespondensi dengan Rosa Abendanon, Ia mendapati bahwa dirinya tertarik dengan kemajuan berpikir perempuan Eropa kala itu sehingga ingin memajukan perempuan pribumi agar tak kalah dengan perempuan lain. Pemikiran Kartini lewat korespondensi dengan teman-teman asingnya dibukukan dalam buku berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Sebetulnya Kartini belum sempat menunjukkan realisasi dari pemikirannya. 4 hari setelah melahirkan anak semata wayangnya, Soesalit Djojoadhiningrat, Kartini meninggal dunia di usia dua puluh lima tahun. Sehingga praktis kemudian kita tidak pernah tahu bagaimana Kartini mendidik anaknya, cara apa yang Ia tempuh agar pemikirannya menjadi nyata, bagaiman...

Tidak ada pilihan, HTI disinyalir jadi ancaman NKRI , Bubarkan HTI

Ilustrasi Pembubaran HTI Jakarta – Kendati acara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Sukabumi pada 21 April 2017 di Kota Sukabumi batal digelar namun desakan kepada pemerintah untuk membubarkan HTI di wilayah Kota Sukabumi terus mengalir deras yang digelorakan oleh Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Sukabumi.   “Tidak ada pilihan lain, HTI disinyalir dapat menjadi ancaman untuk NKRI ke depan. Jadi, sebelum terlambat pemerintah harus membubarkan HTI,” ungkap Koordinator Keluarga Besar NU (KBNU) Kota Sukabumi, Wing Wing Suhendar kepada Radar Sukabumi, Selasa (18/4/2017). Menurut Wing Wing yang juga Ketua GP Ansor Kota Sukabumi ini menyebutkan, pembubarkan terhadap HTI yang disuarakan oleh Banom NU yakni Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) serta Fatayat NU Kota Sukabumi memiliki alasan yang jelas...

Agenda Cendana Pada Pilkada DKI Jakarta

Eeng Iing Eeng... Sore ini kami akan memberitahukan informasi Cendana kumpulkan pimpinan redaksi nanti malam. 1. Ada kabar menarik yang kami terima, keluarga cendana sang penyokong demo aksi telah mengundang pimpinan redaksi nanti malam di daerah Sudirman. 2. Salah satu kawan media yang masih cinta NKRI, memberikan informasi tersebut, dan mengatakan ini penggalangan kekuatan media luar biasa. 3. Disebut penggalangan kekuatan media luar biasa karena untuk membangun satu agenda penggiringan kemenangan salah satu paslon yaitu #3. 4. Kawan kami yg cinta NKRI tersebut sudah diminta untuk menulis berapa angka yg diminta pimpinan di cek yg telah dsiapkan oleh Cendana (aset korupsi 32 tahun masih banyak di deposito) 5. Dana pemenangan untuk salah satu paslon #3, untuk media media sepertinya akan cair malam ini. 6. Media-media tersebut akan mengikuti instruksi yang seragam dalam pemberitaan, bahwa Paslon #3 menang dalam hitung cepat 3 persen. 7. Semua pimpinan redaksi diundang, kecuali media M...

Sepuluh Kejadian Aneh Jelang Pilkada DKI Putaran Dua

Pilkada DKI sejak putaran pertama hingga menjelang putaran dua tidak hanya menguras energi warga Jakarta, tapi juga  menjadi perhatian dan keprihatinan seluruh masyarakat Inddonesia. Politisasi agama, isu SARA, sejumlah kejadian aneh dan perilaku abnormal dari orang-orang yang ucapannya tidak memenuhi kebutuhan rakyat, adalah sejumlah teror yang mengancam keberagaman, kedamaian dan keharmonisan warga Jakarta. Rencana Tamasya Al Maidah, permintaan penundaan peresmian  Masjid KH. Hasyim Asyari, kegelisahan Rizieq FPI yang telah mengkoleksi 17 laporan Polisi mengenai dirinya, dan sejumlah hal di luar akal sehat  lainnya, adalah sejumlah perilaku aneh dan sifat kenak-kanakan ( childishness ). Apa dan bagaimana kejadian aneh dan perilaku aneh-aneh, yang terkait pelaksanaan Pilkada DKI putaran dua? Terdapat kurang lebih sepuluh yang sangat menonjol. Berikut ini kejadian dan ceritanya. 1.Hujan es di Jakarta Selatan dan Timur Pada Pilkada putaran pertama, Jakarta ...

Habib Rizieq Bisa Ditangkap Polri karena Ceramah Ini, Ini Penjelasan Hukumnya

  Video Play Transkrip ceramah Rizieq Shihab di Masjid  Sunan Ampel  Surabaya ,11 April 2017. Saya punya permintaan Tolong doakan kami yang ada di Jakarta (ada kegaduhan) Jangan, jangan ada yang bersuara, panitia gak usah bersuara Saudara tolong doakan kami, karena pada tanggal 19 April ini ada Pilkada di Jakarta. Saya bukan orang partai politik, saya bukan politisi, saya gak ikut partai politik yang manapun. Dan saya bukan juru kampanye calon yang manapun, tapi bagi saya dan kawan-kawan di Jakarta. Pertempuran pada tanggal 19 April, ini bukan pertempuran antara Anies dan Ahok, bukan saudara tapi ini merupakan pertempuran antara haq dan bhatil Ini pertempuran antara pembela Islam dengan penista Islam, dan ini merupakan pertempuran antara ulama yang istiqomah  yang didukung oleh umat Islam dengan umaro (pemimpin) yang dengan sengaja mendukung penista agama untuk menjadi pemimpin Jakarta yang dimodali oleh para konglomerat kafi...

Pengamat Intelijen Minta Masyarakat Tak Spekulatif di Kasus Novel Baswedan

Kondisi penyidik senior KPK Novel Baswedan setelah mengalami serangan penyiraman air keras JAKARTA – Pengamat Intelijen Dr Wawan Hari Purwanto meminta masyarakat untuk menyerahkan proses hukum terkait kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan kepada pihak kepolisian. Masyarakat diimbau tidak spekulatif dengan beropini atau berpendapat yang berakibat kasus melebar. “Penyidikan polisi masih terus dilakukan. Percaya dengan polisi yang telah profesional,” kata Wawan kepada detak.co saat diwawancara melalui telepon seluler, Kamis (13/4). Menurut Wawan, penyidik kepolisian masih mendalami foto orang yang dicurigai terkait kasus penyiraman air keras kepada Novel. Orang dalam foto tersebut tertangkap kamera selama dua pekan berada di sekitar rumah Novel, di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Selain foto, penyidik polisi juga sudah memeriksa 16 saksi termasuk orang yang berada di sekitar lokasi kejadian, keluarga dan saksi terkait lain...