| Kondisi penyidik senior KPK Novel Baswedan setelah mengalami serangan penyiraman air keras |
JAKARTA – Pengamat Intelijen Dr Wawan Hari Purwanto meminta masyarakat untuk menyerahkan proses hukum terkait kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan kepada pihak kepolisian. Masyarakat diimbau tidak spekulatif dengan beropini atau berpendapat yang berakibat kasus melebar.
“Penyidikan polisi masih terus dilakukan. Percaya dengan polisi yang telah profesional,” kata Wawan kepada detak.co saat diwawancara melalui telepon seluler, Kamis (13/4).
Menurut Wawan, penyidik kepolisian masih mendalami foto orang yang dicurigai terkait kasus penyiraman air keras kepada Novel. Orang dalam foto tersebut tertangkap kamera selama dua pekan berada di sekitar rumah Novel, di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Selain foto, penyidik polisi juga sudah memeriksa 16 saksi termasuk orang yang berada di sekitar lokasi kejadian, keluarga dan saksi terkait lainnya.
“Polisi bertindak secara hukum. Dalam hukum penyidikan dilakukan dari tempat kejadian perkara (TKP), bukti, fakta, uji laboratorium, keterangan ahli dan saksi. Tidak bisa polisi bekerja dengan asumsi,” ujar Wawan.
Wawan menambahkan, jika masyarakat beropini yang mengaitkan kejadian Novel dengan kasus-kasus yang pernah ditangani KPK, akan menjadi kontraproduktif dan fitnah. Terlebih kasus yang ditangani Novel sangat banyak.
“Beropini dikaitkan dengan kasus tertentu, pejabat tertentu, apalagi sampai pejabat intelijen akan menjadi fitnah. Nanti bisa meluas menjadi tuntutan balik, dikaitkan lagi dengan politik, jadi enggak karu-karuan,” tuturnya.
Mengenai keterangan sementara polisi yang menyebutkan ada dugaan kasus Novel dengan bisnis jilbab online sang istri, menurut Wawan itu juga masih terus didalami kepolisian. Polisi menduga kemungkinan itu setelah memeriksa pihak keluarga, orang terdekat, siapa yang berhubungan terakhir dengan Novel.
“Itu masih terus di dalami. Wajar ada keterangan tersebut karena polisi sudah memeriksa keluarga. Tapi terlalu prematur untuk menarik kesimpulan saat ini. Penyidikan masih berlangsung dan belum selesai. Kita percayakan kepada polisi dan terus awasi,” kata Wawan.
Novel Baswedan diserang dengan air keras oleh dua orang tidak dikenal pada Selasa (11/4). Novel diserang setelah menjalankan salat Subuh berjamaah di masjid di sekitar rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat siraman air keras yang mengenai kedua kelopak mata dan pelipis, Novel harus menjalani perawatan.
thx infonya admin atas pengamat intelijen tentang kasus novel baswedan
BalasHapustoko vivici
viagra vivici
jual viagra