Langsung ke konten utama

May Day, Demo "No", Hari Menyenangkan "Yes"


May Day, Demo Jakarta - Selama ini Image orang terhadap May Day adalah hari demo buruh. Pasalnya, May Day yang diperingati setiap 1 Mei itu merupakan hari buruh internasional yang selalu dimanfaatkan kaum buruh untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Namun, belakangan, muncul keinginan dari sebagian buruh untuk menjadikan May Day sebagai hari yang menyenangkan. Kegiatan yang dilakukan saat May Day pun menjadi lebih positif. Seperti yang dilakukan buruh di Bandung, Jawa Barat, Karimun, dan Sulawesi Selatan.


"Saat ini sudah menjadi tren di kalangan buruh, khususnya di daerah-daerah bahwa untuk memperingati May Day diisi dengan kegiatan positif. Sudah muncul keinginan dari kalangan buruh untuk memperingati May Day dengan kegiatan lebih positif, daripada turun ke jalan untuk demo," tandas Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Kemenakertrans) Hayani Rumondang didampingi Direktur Persyaratan Kerja, Siti Junaedah AR, saat rakor di Kantor Kemenakertrans Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Salah satu contoh pada tahun 2016, buruh di Kota Bandung telah mengganti aksi demo dengan jalan sehat dan aksi pungut sampah. "Jadi May Day di Bandung akan istimewa, tidak akan demo-demo," timpal Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Bahkan, ada sembilan serikat pekerja di Kota Bandung yang sudah berkomitmen. Setiap memperingati Hari Buruh 1 Mei, tidak akan ada aksi demonstrasi.

Aksi serupa juga dilakukan Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI). Mereka melakukan aksi bersih-bersih sampah di objek wisata di Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat.

"Kami ingin Hari Buruh diisi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah. Bakti sosial ini juga untuk mempererat tali silaturrahim sesama pekerja dan keluarga," kata Ketua Pimpinan Cabang SPAI-FSPMI Karimun Muhamad Fajar.

Tak ketinggalan, kegiatan positif di hari May Day juga dilakukan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sulawesi Selatan.

Ketua KSPSI Sibali mengatakan, tahun lalu pada hari buruh menggelar sunatan masal untuk anak pekerja, pasar murah dan pengobatan gratis untuk semua pekerja beserta keluarga.

"Kita ingin perlihatkan bahwa dalam rangka menyambut May day buruh tidak selalu harus turun ke jalan dan berorasi. Tapi bisa melakukan kegiatan positif bersama," ujar Sibali.

Lebih lanjut, Dirjen Hayani Rumondang mengatakan untuk tahun ini para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja/Serikat Buruh sepakat untuk menjadikan May Day sebagai hari yang menyenangkan.

"Kami dari pemerintah hanya memfasilitasi aspirasi kaum buruh yang ingin menjadikan May Day sebagai hari yang menyenangkan. Kita berikan tema May Day is a Happy Day," kata dia.

Menurut dia, pemerintah menjadikan 1 Mei sebagai hari libur, agar May Day menjadi hari yang bisa dimanfaatkan oleh para buruh dengan suasana menyenangkan, bukan suasana yang menegangkan.

"Kami fasilitasi keinginan buruh untuk menggelar acara-acara positif, dan kita ingin kalau buruh benar-benar bisa Happy di hari May Day," tutur Dirjen Hayani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi kelompok radikal untuk menyebarkan benih-benih ideologi ekstrimis. Facebook, YouTube, Twitter, blog hingga aplikasi layanan pesan gratis seperti WhatsApp kini menjadi alat yang ampuh bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda, mendapatkan pengaruh, dan menjaring keanggotan warga di jejaring sosial (netizen). Dalam konteks ini anak-anak muda menjadi target propagandanya. Di era digital seperti sekarang, dunia maya telah menjadi kekuatan nyata yang menghubungkan soliditas dan militansi kelompok radikal hingga ke lintas negara. Keberadaannya menawarkan kemudahan dalam berinteraksi dan pengorganisasian. Karena itu, kemunculan mereka di jejaring virtual turut mengubah strategi dan pola teror. Bahkan pada dekade kedua abad ke-21 ini muncul kecenderungan kelompok radikal meningkatkan interaksi dan propagandanya. Mereka membuat laman-laman tertentu untuk menyebarkan ide dan gagasan kebencian, pemahaman radikal, ancaman, serta cara me...