Demikian disampaikan Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Jatim M. Abid Umar Faruq, setelah menyaksikan penolakan GP Ansor dan Banser yang terjadi di berbagai daerah di Jatim berkaitan dengan agenda Tabligh Akbar HTI pagi ini yang akan di laksanakan di Masjid Al Akbar Surabaya, Jatim.
Umar menyatakan, pemerintah mestinya bisa lebih sensitif menyaksikan semua itu ketimbang GP Ansor dan Banser. Sebab, yang terancam NKRI dan eksistensi Pancasila.
“HTI ini jelas, dan terang benderang adalah organisasi makar yang tidak mengakui dan menolak Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 sebagai ideologi bangsa dan konstitusi RI. Keberadaan HTI jelas mengancam keutuhan NKRI dan memecah belah generasi anak negeri,” kata Umar dalam keterangan tertulis, Sabtu (01/04/2017).
Selain itu, penerapan khilafah HTI tidak mempunyai dasar dan ahistoris, semata-mata hanya merupakan bagian dari politisasi agama dan berlawanan dengan semangat kehidupan bermasyarakat, beragama dan berbangsa Indonesia.
“Karenanya, kami menyerukan kepada seluruh anak bangsa Indonesia, tidak terkecuali kepada kader banser se-Jatim untuk bersama-sama, seia sekata membubarkan HTI dan sejenisnya di Tanah Air ini,” tuturnya.
Di akhir pernyataan, pihaknya mendesak agar pemerintah dan Polda Jatim untuk tidak sekali-kali memberikan idzin kegiatan HTI dan organisasi sejenis di wilayah Jawa Timur.
“Jika tidak, maka atas nama anak negeri, Banser berkewajiban untuk membubarkan segala bentuk kegiatan mereka (HTI),” tandasnya.
Komentar
Posting Komentar