Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Dubes Arab Mengkhawatirkan Isu Terorisme di Indonesia, bukan Isu Penistaan Agama

By saefudin achmad Semakin tepat jika FPI dan pendukung fanatiknya disebut sebagai tukang klaim. Setelah klaim-klaim sebelumnya yang selalu terbantahkan, mereka sempat mengklaim bahwa Raja Salman datang ke Indonesia untuk menemui Rizieq Syihab karena kagum dengan perjuangan Rizieq Syihab melawan penista agama. Namun sekali lagi itu hanya klaim murahan. Tidak ada sama sekali pembahasan isu tentang penistaan agama di Indonesia. Sebanyak 10 kesepakatan (MoU) akan ditandatangani dalam kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud ke Indonesia. Namun yang terpenting adalah kesepakatan untuk memerangi terorisme ISIS. Duta Besar Saudi untuk Indonesia Osama Mohammad Abdullah Alshuaibi mengatakan hal tersebut dalam wawancara dengan media Reuters hari ini. “Kami tahu Indonesia telah menderita akibat pengeboman dan terorisme di sini,” ujar Alshuaibi yang secara khusus menyebut kelompok radikal ISIS yan...

Nurturant Effect Kedatangan Raja Salman Bagi Rakyat Indonesia

By Yosafati Gulo Raja Salman dan Presiden Jokowi (https://news.detik.com/) Kehebohan kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang mengunjungi Indonesia mulai hari ini, 1 Maret 2017 benar-benar menyita perhatian publik di Tanah Air. Pasalnya, jumlah yang menyertai beliau tidak tanggung-tanggung, mencapai 1.500 orang, termasuk para pangeran,  menteri, dan pejabat kerajaan. Ini benar-benar langka. Belum pernah dilakukan oleh kepala negara mana pun. Berbagai fasilitas, peralatan, dan keperluan beliau pun sebagian dibawa langsung dari Arab Saudi. Tentu bukan karena tak percaya atau tak mau merepotkan Indonesia. Mungkin beliau menunjukkan rasa bangga dan nyamannya memakai barang yang biasa dipakai dan dirawat sendiri. Bukan cuma pesawat penumpang, pesawat kargo, atau mobill Mercy tipe S600, produk Jerman dengan andalan three pointed star sebagai mobil mewah dengan tingkat perlindungan tinggi, tetap...

Fitnah Kelompok Sebelah Yang Gagal Paham

By Arin Vita Sudah dari kemarin-kemarin saya ingin menuliskan artikel ini, namun baru kali ini saya benar-benar ingin menuliskannya. Saya membaca beberapa postingan di akun media sosial kelompok sebelah yang rupanya baru memposting beberapa informasi yang sudah basi. Misalnya informasi tentang penolakan sholat jenazah bagi pendukung Ahok hingga berbagai informasi berkenaan dengan kedatangan Raja Salman. Dalam postingan-postingan tersebut saya mendapati beberapa indikator adanya fitnah-fitnah yang ditujukan untuk kelompok pendukung Ahok. Pembela Toleransi dan Kebhinekaan Membenci Arab Fitnah yang pertama ini sangat menggelikan. Ini jelas menunjukkan kelompok sebelah sama sekali tidak paham dengan apa yang disuarakan oleh pembela toleransi dan kebhinekaan. Sejauh yang saya ketahui,pembela toleransi dan kebhinekaan tidak  membenci Arab (dalam artian negara). Kelompok in memiliki logik...

TOLERANSI DALAM MENJAGA KEBERAGAMAN BANGSA​,

Krisis inilah yang di hadapi bangsa Indonesia, bukan krisis moneter, ekonomi, dan sembako, tetapi Indonesia krisis toleransi, krisis ini akan semakin parah karena memang ada sebagian oknum yang berfaham radikalisme memanfaatkan momen ini sebagai langkah bagus untuk memulai aksi mereka. Bagi kita menjadi orang Indonesia itu takdir kemajemukan etnis, agama dan adat istiadat dari sabang sampai merauke yang terpenting bagaimana bangsa ini menghadapi takdir kemajemukan, dalam menghadapi hal ini diperlukan sikap toleransi efektif yang mengakar dari kota sampai pelosok desa, dari sabang sampai merauke.   Jadi kemajemukan Indonesia tidak akan dapat di hilangkan, karena kalau kemajemukan di hilangkan maka tidak ada nilai bangsa ini karena kemajemukan sudah menjadi ciri khas bangsa ini.   Sebelum zaman imperialis invasi (menjajah) bangsa ini, indonesia terdiri dari banyak kerajaan yang tumbuh subur di bumi nusantara, kerajaan yang besar itu di antaranya majapahit dan sr...

Bibit-Bibit Pemicu Intoleransi di Indonesia

Oleh : Muhammad Nur Rochmi Tahun 2016 diwarnai dengan banyak kasus intoleransi. Menurut catatan Mabes Polri, sepanjang tahun lalu setidaknya ada 25 kasus intoleransi di berbagai daerah di Indonesia. "Intoleransi ini masih memprihatinkan, ada sekitar 25 (kasus) mungkin lebih ya," kata Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono, seperti dikutip dari Tribunnews.com . Awi memaparkan, aksi intoleransi sepanjang 2016 antara lain pengusiran penganut Gafatar dan Ahmadiyah pada Januari tahun lalu. Selain itu, perusakan relief salib di Yogyakarta dan relief Bunda Maria di Sleman pada Agustus. "Ada juga kasus penolakan terhadap kaum Syiah yang dilakuk...

FPI,MUI,GNPFMUI. Mana Aksi Bela Indonesia Melawan Freeport?

By Martenz Vandreva Masalah yang sedang dialami Pemerintah Indonesia kali ini melawan Freeport, walau lumayan serius, tapi Jokowi memang terkesan tenang-tenang saja, seperti karakter beliau yang tidak suka kegaduhan. Ancaman Freeport yang akan menyeret Pemerintah Indonesia ke Arbitrase Internasional, lengkap dengan gertak sambal nya yaitu akan mem-PHK puluhan ribu pekerja Freeport seolah melengkapi panasnya perseteruan kedua belah pihak. Freeport sebagai wakil wajah Amerika di Indonesia, tercatat sudah berpuluh-puluh tahun mengeruk kekayaan alam bumi Papua dan mengirimnya ke luar Indonesia. Selama itu pula Pemerintah Indonesia harus menerima nasib “dikacangin” terus oleh Negara kapitalis itu dan manggut-manggut saja menuruti semua kemauan mereka. Namun tampaknya cerita indah Freeport akan berakhir ditangan seorang Jokowi dan Menteri Jonan yang berkepala batu dan dengan keras melawan...

Menasionalisasikan Freeport Di Tanah Sendiri

By Ari Rahman El Halimi   Sejak berdiri pada tahun 1967 tepatnya di Kabupaten Timika, Provinsi Papua Barat. Freeport memang kerap menguras kekayaan alam Indonesia sampai sekarang. Terutama di wilayah pertambangan tersebut, yang kita kenal dengan mutiara hitam. Kisruh pemerintah dengan Freeport belakangan menggambarkan betapa kita sangat terkekang di negeri sendiri. Negosiasi kedua belah-pihak tak kunjung selesai, bahkan menemukan jalan buntu. Dalam hal ini Freeport menolak instruksi pemerintah untuk merubah statusnya dari KK (Kontrak Kerja) menjadi IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) yang diatur dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Karena itu, Freeport akan mengambil jalur hukum melalui arbitrase internasional. Kisruhnya freeport dengan pemerintah memang sudah dari tahun 2015 lalu, terhitu...

Penistaan Agama dan Kekafiran

By Michael Sendow       Ilustrasi: tribunstyle.com Menurut KBBI Penistaan itu adalah cercaan, makian, perbuatan (perkataan dan sebagainya) untuk menista. Diambil dari kata dasar ‘nista’. Kalau ternista, itu artinya dalam keadaan direndahkan, dihina, atau dicela. Ahok yang dituduh telah menista agama karena perkataannya di Kepulauan Seribu besok (hari ini) akan kembali menjalani sidang dugaan penistaan agama. Sidang kali ini adalah sidang ke 11. Kita tentu sudah hectic dan capek mengikuti sidang-sidang ini. 10 sidang pertama jauh dari bermutu. Ruang sidang seakan dipermalukan dengan kehadiran orang-orang yang… yeah you know lah! Bagi saya pribadi, menuduh Ahok telah menista agama hanya dengan mengutip sepotong kalimat dari keseluruhan pidato Ahok di Kepulauan seribu sebetulnya jelas-jelas menunjukkan ke-biongo-an kita. Apalagi bagi mereka yang sampai hari ini terus menerus men...

PP Muhammadiyah: Aksi Damai 212 Dipelopori Kelompok Islam Radikal

Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menilai Aksi Damai yang dimotori oleh kelompok Forum Umat Islam besok, Selasa (21/2/2017) tidak ada manfaatnya. PP muhammadiyah meminta masyarakat tidak ikut turun ke jalan dalam aksi Aksi Damai 212 Jilid II besok. Muhammadiyah menilai aksi tersebut sangat tidak bermanfaat dan dipelopori oleh kelompok Islam radikal. Selain itu, organisasi Islam yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu berpendapat aksi tersebut sudah ditunggangi banyak kepentingan untuk memecah belah umat Islam. “Aksi Damai 212 sangat tidak bermanfaat, masyarakat menggelar aksi yang dipelopori oleh kelompok radikal Islam. Hal ini sangat tidak bermanfaat karena ditunggangi banyak kepentingan untuk memecah belah umat Islam. Masyarakat diimbau untuk tidak mengikuti Aksi Damai 212,” demikian pernyataan Muhammadiyah dikutip dari laman resminya, Senin (20/2/2017). Seperti diketahui, Aksi Damai 212 Jilid II yang akan digelar di depan Gedung MPR/DPR kali ini dimotori...

FPI & GNPF MUI Tak Restui Aksi 212 Versi FUI

Jakarta – Tim Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) dan Front Pembela Islam (FPI) menegaskan tidak ikut dalam aksi 21 Februari (212) jilid II mendatang yang di inisiasi Forum Umat Islam (FUI) di Gedung DPR RI. Selain itu, Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab dan FPI juga dipastikan absen dalam aksi tersebut. Hal itu disampaikan oleh Pengacara GNPF MUI, Kapitra Ampera dan petinggi FPI Munarman. “Dalam aksi 212, 21 Februari 2017 pengurus GNPF tidak ikut aksi. Habib Rizieq selaku Dewan Pembina, termasuk Pak Munarman tidak ikut turun karena itu domainnya umat. Tiga tokoh ini tidak akan ikut aksi kecuali ada kejadian yang tidak kita inginkan,” ujar Kapitra di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/2/2017). “Ini tidak ada FPI ya. FPI dan GNPF MUI secara lembaga tidak ikut ikut dalam aksi ini,” lanjutnya. Sementara itu Munarman memastikan bahwa Habib Rizieq juga sudah di konfirmasi tidak akan ikut terke...

Pasca Pilkada, ICMI Imbau Umat Islam Menjaga Persatuan

Logo ICMI Menyikapi hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 yang serentak di beberapa tempat di Indonesia, Wakil Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se- Indonesia (ICMI), Priyo Budi Santoso, meminta agar umat Islam,  tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa dan tak terpecah hanya karena Pilkada. "Tetap kedepankan asas politik yang santun, jujur dan bermartabat karena itulah akhlak umat Islam.  Apapun hasilnya Pilkada, harus diterima dengan lapang dada oleh semua pihak baik paslon yang masuk putaran 2 maupun yang tersingkir termasuk juga para pendukungnya," kata Priyo di Jakarta, Kamis (16/2). Ia menekankan, dalam mendulang suara dari putaran berikutnya, harus dilakukan dengan cara-cara simpatik, demokratis dan elegan. "Yang harus dipahami dalam setiap kompetisi, akan selalu ada pihak yang kalah dan menang.  Jad...