Langsung ke konten utama

Simak Kumpulan Hinaan Dan Makian Rizieq Shihab Yang Pecah-Belah Bangsa


Jakarta – Rizieq Shihab dikenal suka menghina dan merendahkan banyak orang-orang, dari mulai Kepolisian, TNI, Presiden, Mantan Presiden Soekarno, Gus Dur, Masyarakat Bali, Sunda, Agama Hindu, Kristen, dan bahkan juga ulama dan Ketum PBNU.
Berikut adalah cuplikan makian dan hinaan yang pernah dilontarkan Rizieq.

“Tau Densus 88?, Salep 88 obat kurap?”

“Kalo Tentara dan Polisi nggak bisa menegakkan hukum disana, nggak berani untuk menangkap pelaku?, Suruh pakai BH sama rok!”

“Ulama yang bejat, ulama yang buruk, ulama yang busuk”

“Gus Dur itu buta mata juga buta hati”

“Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU saudara, dia gedek sama wahabi, nah karena wahabi jenggotnya panjang-panjang, eh yang disalahin jenggot, yeeee GOBLOK!!!”

“Kurang ajar lo! anak tuhan dari mane? Kalo Yesus anak Tuhan, bidannye siape?”

“Kuil lu besok di seluruh wilayah Indonesia kami ratakan dengan tanah”

“Orang-orang Bali dari berbagai wilayah kami kumpulkan, kami pulangkan ke Bali”

“Sampurasun, CAMPUR RACUN!!!”

“Pancasila Soekarno, ketuhanan ada di pantat!!!”

“Presiden GUOBLOK!!! Udah Menteri Agamanya saudara, SESAT!!! KURANG AJAR!!! Qorinye DAJJAL!!! Istananye menjadi istana IBLIS!!!”

“Mulai hari ini, mari kita sebut PBB… ANJING. Bukan lagi sebagai Perserikatan Bangsa-Bangsa, tapi Perserikatan Bangsat-Bangsat!!!” PBB Perserikatan? Bangsat-Bangsat!!! Perserikatan? Bangsat-Bangsat!!! Perserikatan? Bangsat-Bangsat!!!”

“Pangkat Jendral otak Hansip”

Inilah prilaku dari Rizieq, jadi dapat disimpulkan bahwa dia selama inilah yang menimbulkan perpecahan dan gesekan di masyarakat Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Dalam Beragama, Rujukan Pertama Adalah Google Terakhir Al Qur’an

By Rohmat Tri Santoso   Sebenarnya, kita adalah makhluk-makhluk bodoh yang mau-maunya memiliki agama. Untuk menjadi pengikut pada suatu agama, termasuk Islam. Kita harus memutar otak dua puluh empat jam non stop. Merenungi. Menghayati, dan memaknai ajaran-ajaran dalam agama tersebut. Beragama. Berarti kita harus mengulik. Membedah rahasia tuhan. Menyingkap tabir yang tertutupi. Menemukan rumus-rumus tuhan. Demi mengenalnya lebih jauh. Demi memantapkan dan membimbing jiwa kita mengahadapi hidup yang njelehi ini. Cusssss. Gedeblug…. Tuhan menurunkan kitab suci pembimbing manusia ke bumi. Untuk menemukan rumus-rumus tuhan. Manusia perlu menelaah kitab suci sebagai buku manual untuk lebih dekat dengannya. Untuk mengetahui mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Tapi ternyata eh ternyata. Kitab suci itu terlalu kecil sebagai sumber pemaknaan tuhan. Manusia tetap harus memutar otaknya, m...