
Dari Gubernur DKI dan langsung menjadi Presiden RI, Jokowi dianggap lupa dengan janjinya menangani banjir Jakarta. Sindiran terus muncul untuk mengingatkan sang Presiden apalagi gara-gara banjir di Jakarta minggu ini. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid ikut menagih janji Presiden Joko Widodo terkait banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta pada Senin (11/12/2017) kemarin. Nah, ini jawaban Pak Jokowi:
"Dengan adanya 2 waduk ini (Ciawi dan Sukamahi) akan ada pengurangan jumlah air yang masuk ke Jakarta kurang lebih 30 persen. Artinya mengurangi banjir di Jakarta 30 persen," ujar Jokowi saat peninjauan bendungan, seperti dilansir Kompas.com. Jelas sangat signifikan karena banjir kiriman ini selalu menjadi bencana bagi warga Jakarta di samping puncak musim penghujan.
Jokowi mengatakan, pekerjaan untuk mengurangi banjir Jakarta harus dilakukan dari hulu ke hilir. Inilah pemimpin cerdas dan solusinya cerdas pula. Ini jawaban langsung ke Gubernur Anies yang baru berencana dan berwacana untuk mengatasi banjir sampai ke hulu sudah keburu disalip oleh Jokowi!
Tanpa berteori atau berbicara banyak, Pak Jokowi menunjukkan bukti perhatian beliau sebagai Presiden untuk warga Jakarta yang kerap dihantui banjir utamanya banjir kiriman. Tindakan nyata Presiden ini menjadi bukti dan perhatian beliau bukan sekedar janji untuk warga DKI.
Pembangunan dua bendungan ini sedianya sudah akan dimulai di era Ahok, Januari lalu Ahok sudah pernah mengutarakan untuk penyediaan dana dari DKI. Tetapi mengingat ini pembangunan lintas wilayah maka Pusat langsung mengambil alih apalagi memakan biaya yang sangat besar.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan bendungan yang telah direncanakan sejak tahun 2005 ini merupakan janji Jokowi untuk menanggulangi banjir Jakarta. Rencananya proyek itu selesai tahun 2019. Mantap!
"Ini janji Pak Jokowi juga. Beliau ingin buktikan janjinya dulu," kata dia usai mendampingi Jokowi meninjau Bendungan Ciawi dan Sukamahi, Bogor, Jumat (15/12/2017). Nah, kendati butuh proses tapi inilah yang dinanti-nanti warga DKI, bukti beliau tak pernah melupakan propinsi yang pernah dipimpinnya!
Inilah kabar baik bagi Jakarta yang saat ini masih dihantui solusi banjir yang masih mengambang dari Gubernur di samping bahaya laten yaitu banjir kiriman dan banjir karena puncak musim penghujan plus pasang air laut. Jika ini terealisasi maka jelas akan meringankan derita warga Jakarta.
Ide pembangunan dua bendungan ini sebenarnya sudah ada tahun 2005 berdasarkan kesimpulan salah satu kajian yang menyebut, penyelesaian banjir Jakarta salah satunya adalah dengan mengendalikan debit air dari Bogor. Ada berita lainnya menyebutkan pembangunan Waduk Sukamahi sejatinya sudah direncanakan sejak dulu, pada 1990-an. Namun rencana pembangunannya saat itu terkendala pembebasan lahan.
Rencana itu baru dilanjutkan pada akhir tahun 2016 ditandai dengan penandatanganan kontrak pembangunan proyek tersebut dengan pelaksana pembangunan adalah Kerja Sama Operasi Abipraya-Sacna dan Kerja Sama Operasi Wijaya-Basuko.
Basuki menjelaskan, dilanjutkannya proyek ini setelah Jokowi menjadi presiden, adalah karena penanganan banjir ini butuh kebijakan lintas wilayah. Mengingat lokasinya ada di Kabupaten Bogor, namun yang menerima manfaatnya adalah Jakarta.
"Kalau sudah jadi Presiden, kendalikan banjir akan jadi lebih mudah. Ini anggarannya pakai APBN bukan pemda Bogor. Karena ini lintas wilayah," tandas Basuki. Pak Jokowi menggunakan posisinya sebagai Presiden yang jelas mendatangkan faedah dan manfaat bagi rakyat dan pemprov DKI dengan kebijakannya ini.
Tindakan Pak Jokowi ini sebenarnya sudah sangat meringankan Gubernur DKI dalam menangani banjir dan terutama meringankan anggaran DKI karena dana yang dipakai berasal dari Pusat. Jika Pak Jokowi sudah meringankan PR penanganan banjir Jakarta terutama masalah banjir kiriman maka Gubernur harusnya bisa berkonsentrasi dan bekerja lebih keras untuk program khusus di DKI.
Sayangnya Pak Gubernur masih berkutat dengan mencari banyak alasan. Ngomongnya sih tidak menyalahkan tapi ujung-ujungnya masih menyalahkan pembangunan LRT, MRT dan malah pembangunan Tol Becakayu. Wah keterlaluan bener nih Gubernur padahal sudah dibantu banyak Pemerintah Pusat.
Tapi begitulah, model pemimpin seperti jelas beda, Jokowi adalah model pemimpin yang jelas tahu mencari solusi yang tepat sasaran. Berangkat dari kajian langsung dieksekusi. Bukan hanya berencana tapi ngambang alias berputar-putar di penataan kata. Realisasinya langsung tembak di lapangan.
Kedua proyek ini sebenarnya pernah dibicarakan oleh Presiden Jokowi dengan Gubernur Anies dan Wakilnya. "Berkaitan dengan Waduk Ciawi dan Sukamahi, itu juga. Tapi itu pemerintah pusat," kata Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2017).
Jadi program ini sebenarnya sudah diketahui oleh Gubernur Anies karena Jokowi sudah menyampaikannnya langsung tapi anehnya Gubernur Anies tidak berterima kasih atau malu karena beliau kalah 1000 langkah. Selalu terkebelakang programnya.
Sebagai pemimpin yang berkomitmen pada kesejahteraan rakyat, bukti pembangunan bendungan itu justru sangat dibutuhkan dan menjadi solusi efektif dan tepat untuk penanganan banjir kiriman yang setia membanjiri Jakarta dan membuat repot warga DKI. Terima Kasih Pak Jokowi.
Komentar
Posting Komentar