Langsung ke konten utama

Ini Langkah Nyata Jokowi untuk Palestina

Ini Langkah Nyata Jokowi untuk Palestina, Bukan Narsis Membaca Koran Save Palestina, Anda Masih Nyinyir?
Otak jika sudah didoktrin oleh kebencian, tentu akan sangat sulit menilai segala sesuatu dengan objektif. Otak selalu membentengi diri untuk menerima sebuah kebenaran, dan mempertahankan keyakinan tanpa fakta. Itulah yang terjadi terhadap orang-orang yang menganggap dukungan Jokowi terhadap Palestina hanya sekedar mengambil hati umat Islam yang mayoritas di Indonesia. Meskipun pada kenyataannya, Jokowi merupakan pemeluk agama Islam yang taat.
Mengapa Jokowi sering dibenturkan dengan sentimen-sentimen seperti itu, hal tersebut sudah jelas karena urusan politik yang menggunakan cara kotor. Karena sudah jelas, sebagian besar masyarakat Indonesia puas dengan kinerja dari pemerintahan Jokowi.
Keputusan Trump secara sepihak dengan menyatakan Yerusalem merupakan ibu kota Israel, serta akan memindahkan kedutaannya di Yerusalem, dikecam berbagai negara tanpa memandang itu negara Islam atau bukan. Bahkan pemimpin agama Katolik dunia, Bapa Paus Fransiskus mengecam tindakan Trump terkait Yerusalem tersebut.
Jokowi tidak seperti politisi-politisi yang sangat suka memainkan isu luar negeri terutama yang berkaitan dengan dunia Islam demi untuk mencari simpati masyarakat saja.  Jokowi secara nyata mendukung Palestina, bahkan di acara KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tentang Palestina di Istanbul, Turki. Jokowi memberikan 6 usulan kepada para peserta sebagai langkah nyata dalam mendukung Palestina. Hal tersebut ditulis dalam laman facebook resmi dari Presiden Joko Widodo sebagai berikut :
Pertama, OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral tersebut. Solusi dua negara merupakan satu-satunya solusi yang dapat diterima, di mana Jerusalem Timur ditetapkan sebagai ibu kota Palestina.
Kedua, saya mengajak semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel, untuk tidak mengikuti keputusan AS memindahkan kedutaan ke Jerusalem.
Ketiga, negara OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina.
Keempat, bagi negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai resolusi OKI.
Kelima, anggota OKI harus ambil langkah bersama tingkatkan bantuan kemanusiaan, peningkatan kapasitas dan kerja sama ekonomi kepada Palestina.
Keenam, OKI juga harus mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina.
Dilihat dari poin-poin yang diusulkan oleh Jokowi, jika hal tersebut dilakukan, tentu akan berdampak secara nyata terhadap Palestina. Jokowi seperti menyatukan negara-negara Islam di dunia untuk mendukung Palestina.
Untuk orang-orang yang masih menganggap Jokowi mendukung Palestina sebagai upaya mengambil hati umat Islam di Indonesia, berarti agama anda adalah kebencian. Mengapa saya katakan agama anda kebencian, karena anda meyakini kebencian terhadap Jokowi adalah hal yang benar dan mutlak. Kita pasti sepakat, bahwa semua pemeluk agama menganggap agama yang dipeluknya merupakan agama yang paling benar. Dan anda, menganggap kebencian yang anda peluk adalah hal yang paling benar, berarti itulah agama anda.
Jadi jagan kaget, jika banyak orang-orang beragama tetapi omongannya kotor, tidak mencerminkan bagaimana semestinya orang beragama berbicara dan bertindak. Karena mereka tidak sadar sudah memeluk agama kebencian dan melupakan agama yang di KTPnya. Melupakan bagaimana agama yang sesungguhnya mengajarkan tentang cinta dan kasih terhadap manusia dan semua ciptaan yang maha kuasa.

Selain ada agama kebencian, di Indonesia saat ini juga secara tidak disadari sudah muncul agama kekuasaan. Bagaimana tidak, di zaman ini, orang berbeda pandangan politik, tetangga bisa menjadi musuh karena menganggap pilihan politiknya masing-masing merupakan pilihan yang paling benar, sehingga membela hingga berdarah-darah bagaikan jihad untuk mendapat tiket ke Surga plus 72 bidadari. Meskipun pada kenyataannya, banyak tokoh politik yang tersandung kasus korupsi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi kelompok radikal untuk menyebarkan benih-benih ideologi ekstrimis. Facebook, YouTube, Twitter, blog hingga aplikasi layanan pesan gratis seperti WhatsApp kini menjadi alat yang ampuh bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda, mendapatkan pengaruh, dan menjaring keanggotan warga di jejaring sosial (netizen). Dalam konteks ini anak-anak muda menjadi target propagandanya. Di era digital seperti sekarang, dunia maya telah menjadi kekuatan nyata yang menghubungkan soliditas dan militansi kelompok radikal hingga ke lintas negara. Keberadaannya menawarkan kemudahan dalam berinteraksi dan pengorganisasian. Karena itu, kemunculan mereka di jejaring virtual turut mengubah strategi dan pola teror. Bahkan pada dekade kedua abad ke-21 ini muncul kecenderungan kelompok radikal meningkatkan interaksi dan propagandanya. Mereka membuat laman-laman tertentu untuk menyebarkan ide dan gagasan kebencian, pemahaman radikal, ancaman, serta cara me...