Bukan Hanya Infrastruktur, Tetapi Keadilan dan Bidang Lain Juga Diperhatikan Oleh Jokowi, Ini Buktinya

Jika ada yang berfikir bahwa pemerintahan Jokowi hanya membangun infrastruktur, hal tersebut tidak benar. Infrastruktur yang lebih tenar, karena kebijakan pembangunan infrastruktur tersebut dapat dilihat dan dinikmati oleh semua masyarakat. Infrastruktur berdampak bagi hampir semua kalangan, misalnya seperti jalan tol, bandara dan dermaga, itu semua dapat dilihat dan dapat dinikmati oleh seluruh warga dari semua kalangan. Berbeda dengan kebijakan seperti pangan, pendidikan dan lain sebagainya.
Contoh kebijakan dalam hal pertanian yang tidak dapat dirasakan oleh semua orang adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam membantu petani jagung di Nusa Tenggara Barat.
Jokowi mengisahkan dalam laman facebooknya, bahwa tiga tahun yang lalu beliau bertemu para petani jagung yang marah karena harga jagung yang rendah yaitu Rp. 1.400 per kilo gram. Meskipun dengan harga yang serendah itu, pada waktu itu kita masih import jagung dari negara lain, hal tersebut tentu makin menyengsarakan petani. Saat itu untuk membantu petani, Jokowi membuat peraturan untuk menjadikan harga jagung menjadi 2.700 per kilo gram. Dan saat ini harga jagung mencapai Rp. 3.150 per kilo dan juga kita tidak melakukan import lagi. Dan akhirnya, kedaulatan dalam komoditas jagung dapat terwujud.
Pencapaian tersebut bukan datang begitu saja, tetapi berkat kesigapan dan perhatian pemerintah serta kerja keras para petani yang mau maju. Untuk video terkait hal tersebut bisa dilihat di : https://www.facebook.com/Jokowi/videos/802017326653785/
Kebijakan lain yang tidak kalah penting adalah dalam upaya mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. Hal ini terkait harga BBM yang tidak sama antara pulau Jawa dan daerah lainnya seperti Papua dan pulau-pulau terluar di Indonesia.
Salah satu contohnya adalah kecamatan terluar di Berau, Kalimantan Timur, sudah menerima bahan bakar minyak (BBM) satu harga PT Pertamina (Persero) di awal Desember 2017. Kecamatan tersebut yakni kecamatan Biduk-Biduk.
Sebelumnya, warga harus menempuh jarak hingga 80 kilometer untuk mendapatkan BBM di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) terdekat. Dan harga eceran di sana sekitar Rp. 10.000 sampai dengan Rp.12.000. Sedangkan di kecamatan tetangganya yaitu di Long Apari, harga Premium dan Solar pernah di rentang Rp 15.000-Rp 50.000 per liter.
Memang tidak mudah mengawalinya, karena sudah begitu lama dibiarkan begitu saja tentang kesenjangan ini. Tetapi paling tidak ini memberikan harapan baru, bahwa masih ada pemimpin yang memang benar-benar memikirkan semua rakyat tanpa pandang bulu. Tidak mementingkan kekuasaannya akan hilang karena mengambil kebijakan-kebijakan yang tidak populer, asalkan itu dapat mewujudkan Indonesia semakin baik. Karena setiap kebijakan tidak akan dapat memuaskan semua pihak, oleh sebab itu menjadi wajar jika ada yang pro dan kontra terkait kebijkan-kebijakan yang di buat oleh pemerintah saat ini. Tetapi sebenarnya, jika kita mampu berfikir ke depan dan sedikit mengetahui apa tujuan dari pemerintah saat ini, kita semua pasti sejalan dengan apa yang pemerintah saat ini lakukan.
Tidak heran jika lawan politik Jokowi menjadi stres, sebab hampir semua masyarakat dapat menikmati kerja nyata yang dilakukan oleh Jokowi. Paling tidak apa yang dikerjakan oleh Jokowi dapat mengobati kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan yang tidak populer terkait penarikan subsidi, baik itu BBM maupun listrik.
Apakah semua kerja keras dari Jokowi, menteri serta semua pihak yang membantunya akan kembali membawa Jokowi menjadi Presiden? Menurutku peluang tersebut sangatlah besar. Meski begitu, masih ada peluang para lawan politik untuk menjatuhkan Jokowi. Hal itu dengan menggoreng sentimen yang bersifat mendasar yaitu mengenai keyakinan. Sebagai contoh, dengan kejadian yang terjadi di DKI Jakarta, dimana masyarakat DKI Jakarta begitu puas dengan kinerja Ahok, tetapi karena pernyataan blunder Ahok di Kepulauan Seribu, membuat dia menjadi “bulan-bulanan masa” yang mengatas namakan keyakinan bahwa Ahok menistakan agama. Dan akhirnya Ahok kalah dalam pilkada serta masuk penjara.
Isu agama mungkin tidak seberapa berpengaruh dengan Jokowi, sebab beliau dekat dengan para ulama beneran, hal itu terlihat dari kemesraan beliau saat mengundang para ulama ke Istana, kunjungan ke pesantren dan kegiatan-kegiatan lainnya. Jadi kemungkinan isu-isu tidak benar lainnya yang akan dihembuskan untuk menjegal Jokowi. Karena Cuma itu saja yang bisa dilakukan oleh lawan politik Jokowi, akibat kerja nyata Jokowi memang benar-benar untuk rakyat.
Komentar
Posting Komentar