Langsung ke konten utama

Infrastruktur Buka Jalan Investasi Masuk RI

Infrastruktur Buka Jalan Investasi Masuk RI
Pemerintahan kabinet kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedari awal telah memfokuskan kerjanya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo mengatakan, tersedianya infrastruktur baik dasar maupun penunjang lainnya seperti jalan, ketenagalistrikan dan lainnya bisa menjadi jalan bagi investasi untuk masuk ke Indonesia.

"Infrastruktur yang memadai membuka jalan investasi, penyanggah, serta mendorong percepatan ekonomi, dan ini yang menjadikan infrastruktur menjadi alat ukur kemapanan ekonomi negara, karena bergantung keberadaan infrastruktur, sehingga mobilitasnya bisa terjamin," kata Mardiasmo dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama tentang Penggunaan Dana Badan Usaha Untuk Uang Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Jalan Tol di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Mardiasmo menuturkan, ekonomi Indonesia terus menunjukan perbaikan setelah pada 2015 tumbuh di level 4,9%, saat ini berada di level 5%. Hal ini sekaligus menjadikan Indonesia berada di posisi ketiga dalam G20.

Pertumbuhan ekonomi yang sudah berada di level 5% tidak begitu saja membuat puas. Pemerintah, kata Mardiasmo, terus meningkatkan target pertumbuhan ekonomi di atas 5%, pada 2017 ditargetkan 5,2%, dan pada tahun depan di level 5,4%.

Salah satu upaya untuk mencapai pertumbuhan yang merata dan berkeadilan, setidaknya pemerintah bergantung dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi jalan seperti masuknya investasi serta mendorong percepatan ekonomi.

"Dalam mendorong pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan jalan tol, Kemenkeu turut memberikan dukungan, dukungan itu dengan alokasi belanja negara, yang setiap tahunnya meningkat dengan peningkatannya sekitar 20% per tahun, dari Rp 74 triliun di 2009, hingga mencapai Rp 388 tahun 2017, bahkan di 2018 menjadi lebih Rp 400 triliun," tambah dia.

Selain itu, lanjut Mardiasmo, Kementerian Keuangan juga mendukung pembangun infrastruktur jalan tol dengan menerbitkan surat nomor 8 Tahun 2017, tentang penggunaan dana talangan.

"Untuk mempercepat ke depan, harus mengedepankan tata kelola yang baik dalam proses. Saya juga melihat semua pihak turut serta, seperti yang sudah hadir sekarang ini. Menteri ATR/BPN, semua Kementerian, PUPR, BPKP juga, serta KPPIP, LMAN juga dengan demikian proses pendanaan proses pengadaan tanah bisa dapat ditingkatkan terus, jika menjadi lebih cepat," tukas dia. (mkj/mkj)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi kelompok radikal untuk menyebarkan benih-benih ideologi ekstrimis. Facebook, YouTube, Twitter, blog hingga aplikasi layanan pesan gratis seperti WhatsApp kini menjadi alat yang ampuh bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda, mendapatkan pengaruh, dan menjaring keanggotan warga di jejaring sosial (netizen). Dalam konteks ini anak-anak muda menjadi target propagandanya. Di era digital seperti sekarang, dunia maya telah menjadi kekuatan nyata yang menghubungkan soliditas dan militansi kelompok radikal hingga ke lintas negara. Keberadaannya menawarkan kemudahan dalam berinteraksi dan pengorganisasian. Karena itu, kemunculan mereka di jejaring virtual turut mengubah strategi dan pola teror. Bahkan pada dekade kedua abad ke-21 ini muncul kecenderungan kelompok radikal meningkatkan interaksi dan propagandanya. Mereka membuat laman-laman tertentu untuk menyebarkan ide dan gagasan kebencian, pemahaman radikal, ancaman, serta cara me...