MATARAM
– Pasca pemerintah melakukan Pemblokiran terhadap salah satu media
sosial yaitu Telegram mendapatkan tanggapan pro dan kontra di kalangan
masyarakat, kendati demikian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa
Tenggara Barat (NTB) mendukung langkah pemerintah memblokir telegram
tersebut.
Ketua IPNU NTB, Syamsul Hadi menegaskan bahwa pemblokiran tersebut
hal sewajar dilakukam oleh pemerintah. Karena menganacam keamanan
negara.
“Oleh sebab itu, saya mendukung pemblokiran tersebut, sebagai langkah
antipisai dan menjaga keamanan negara,” tegas Syamsul kepada
MetroNTB.com beberapa hari lalu.
“Bagi saya, pemblokiran itu bukan sebuah langkah yang mundur dengah
kemajuan teknologi. Akan tetapi itu sebuah peringatan bagi pemilik semua
media sosial agar dapat menggunakannya semestinya serta bisa bekerjsama
dengan pemerintah,” sambungnya.
Dijelaskannya, seperti yang diketahui bersama pemerintah sudah meminta konfirmasi kepada tim telegram. Namun tak direspon.
“Dan pemblokiran tersebut sebagai langkap berani dan tandanya negara
kita berdaulat. Dan saya apresiasi langkah kongkrit tersebut,” ujar
Syamsul.
Syamsul menambahkan, segala yang mengancam keamanan negara serta
memberikan ruang komunikasi bagi kelompok yang anti-Pancasila, harus
diantisipasi lebih dini agar tidak membahayakan keamanan negara.
“Dan saya aparesiasi keberanian pemerintah melalui kemenkomifo
melakukan langkah antisipasi menjaga keamanan negara dari ancaman
kelompok radikal,” pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar