Langsung ke konten utama

6 Fakta Mengapa Teroris ISIS Paling Sangat Berbahaya

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) akhir-akhir ini menjadi banyak perbincangan dunia, ISIS dikenal sebagai gerakan radikal garis keras dalam melakukan misinya seperti penguasaan wilayah, pembunuhan massal dan bom bunuh diri. Gerakan yang dipimpin Abu Bakr al-Baghdadi ini bercita-cita mendirikan negara berideologi kekhalifahan Islam di kawasan Timur Tengah.

ISIS saat ini menguasai sebagian wilayah negara Iraq dan Syria, melawan banyak sekali pihak yang merasa dirugikan atas kehadirannya. Selain harus melawan pemberontakan yang berasal dari wilayah yang mereka kuasai, mereka juga telah banyak melakukan penyerangan di negara lain. Kebrutalannya telah menimbulkan kengerian di seluruh dunia.
6 Fakta Mengejutkan Teroris ISIS Paling Mencengangkan
1. Anggota ISIS Berasal dari Seluruh Dunia
ISIS dikabarkan telah berhasil merekrut sebanyak 20 ribu anggota dari seluruh dunia. Lebih mengejutkan lagi, ISIS juga berhasil merektrut banyak anggota perempuan. Total anggota ISIS berasal dari 90 negara. Di ketahui 3.400 berasal dari negara-negara di Eropa. Dari laporan Prancis dan Rusia, 1.200 orang keluar dari perbatasannya untuk masuk gerakan kelompok radikal ini.
Hingga akhir tahun lalu juga, tercatat sebanyak 60 WNI yang diduga kuat hijrah ke Suriah demi ISIS. Baru-baru ini, 16 orang dikabarkan menghilang dari rombongan wisata saat berkunjung ke Turki. Mereka pun diyakini sengaja memisahkan diri untuk menyeberang ke Suriah dan bergabung dengan ISIS.

2. ISIS Didirikan Agen Rahasia Israel


Mantan Agen Intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden mengatakan, pemimpin ISIS saat ini, Abu Bakar Al Baghdadi adalah berdarah Yahudi. Nama aslinya Simon Elliot. Jurnal bidang militer dan luar negeri, Veterans Today melansir bahwa pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi adalah orang Yahudi dan merupakan agen Mossad atau dinas rahasia luar negeri Israel.

Mantan Agen Intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden mengatakan, pemimpin ISIS, Elliot alias al-Baghdadi bekerja sama dengan pihak intelijen Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Mereka menciptakan ISIS yang diklaim sebagai kekhalifahan Islam dengan Al-baghdadi sebagai khalifah. Organisasi radikal ini dibentuk untuk menarik para teroris dari seluruh dunia.

3. Kekejaman yang Luar Biasa

Tak berbeda dengan Israel, ISIS pun telah melakukan serentetan aksi kekejaman di sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Suriah, Irak, Yaman, Libya, dan Afghanistan. ISIS bukan hanya membantai manusia dengan berondongan senapan mesin, roket, dan bom, tapi ISIS juga sampai hati menyembelih manusia dan memisahkan kepala dari tubuhnya dengan menyiksa menggunakan pisau tumpul. 
ISIS juga akan tetap membunuh para korbannya meski mereka dalam kondisi lemah dan telah meratap minta ampun. Tak ada satupun kelompok radikal Islam sejak dahulu yang melakukan kejahatan manusia seperti sebagaimana ISIS melakukannya saat ini.
6 Fakta Mengejutkan Teroris ISIS Paling Mencengangkan
4. Biaya Perang dan Alat Tempur ISIS
Sebelum merebut tanah dan ladang minyak di Timur Tengah, sumber pendanaan ISIS diduga kuat berasal dari negara barat. Bukan tanpa alasan pernyataan ini muncul. Hal tersebut didasari faktor keinginan AS untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar Al-Assad. Mereka memberikan dana ke beberapa kelompok penenatang Assad. Sayangnya, sejumlah uang dari AS mengalir ke rekening ISIS.

ISIS juga adalah organisasi teroris paling paling kaya dibanding yang lain. Dari mana datangnya uang sebanyak itu? Sebagian besar dana berasal dari kilang minyak di daerah yang mereka kuasai. Minyak tersebut kemudian dijual ke pasar gelap dan sebagian besar kemudian dibeli oleh negara yang merupakan musuh bebuyutan mereka, Amerika dan negara-negara Eropa !

Seperti yang kita tahu, Amerika adalah negara konsumen minyak terbesar di dunia.

5. Merekrut Melalui Teknologi dan Media Sosial

Media sosial dipergunakan kelompok teroris ini untuk mengkampanyekan propaganda dan merekrut anggota mereka. Mereka juga piawai dalam membuat video. Berbeda dengan video milik Al-Qaeda, yang lebih amatiran, video produksi ISIS kadang dilengkapi dengan background musik, gambar aksi dan khotbah yang telah mampu membuat banyak orang "merasa terpanggil“ bergabung dengan ISIS.

6. Gerakan ISIS diluar Ajaran Islam


Tak ada satupun ajaran Islam yang membenarkan praktek ajaran ISIS dan tak ada satupun gerakan Islam sejak 14 abad silam yang pernah melakukan seperti apa yang dilakukan ISIS. Pendirian negara Khilafah Islam tidak dibenarkan di sebuah wilayah yang berpotensi menimbulkan polemik, apalagi dengan cara pembantaian yang teramat keji. 
ISIS dengan aksinya telah sukses memecah belah konsentrasi dan kesolidan umat Islam di Timur Tengah. Hingga hari ini ISIS dengan kekejamannya masih terus leluasa melakukan pembunuhan demi pembunuhan mengerikan.

Keanehan ISIS membuat dunia yakin, bahwa ISIS bukanlah sebuah kelompok yang murni berasal dari ajaran dan akidah Islam. Karena ISIS merupakan Islam sempalan yang sengaja diciptakan untuk kepentingan tertentu dan untuk mengambil keuntungan tertentu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi kelompok radikal untuk menyebarkan benih-benih ideologi ekstrimis. Facebook, YouTube, Twitter, blog hingga aplikasi layanan pesan gratis seperti WhatsApp kini menjadi alat yang ampuh bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda, mendapatkan pengaruh, dan menjaring keanggotan warga di jejaring sosial (netizen). Dalam konteks ini anak-anak muda menjadi target propagandanya. Di era digital seperti sekarang, dunia maya telah menjadi kekuatan nyata yang menghubungkan soliditas dan militansi kelompok radikal hingga ke lintas negara. Keberadaannya menawarkan kemudahan dalam berinteraksi dan pengorganisasian. Karena itu, kemunculan mereka di jejaring virtual turut mengubah strategi dan pola teror. Bahkan pada dekade kedua abad ke-21 ini muncul kecenderungan kelompok radikal meningkatkan interaksi dan propagandanya. Mereka membuat laman-laman tertentu untuk menyebarkan ide dan gagasan kebencian, pemahaman radikal, ancaman, serta cara me...