Langsung ke konten utama

PRESIDEN JAMIN HUTANG NEGARA DIMANFAATKAN UNTUK HAL PRODUKTIF

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menanggapi kritikan sejumlah pihak terkait jumlah hutang negara. Meskipun naik, Presiden menjamin hutang negara dimanfaatkan untuk hal-hal produktif.
“Di dalam suatu negara kita pasti memiliki hutang, Tapi kan semua itu kita pakai untuk hal-hal yang produktif, misalnya waduk, irigasi, tol dan pelabuhan yang semuanya akan memberikan manfaat untuk negara ini,” ujar Jokowi dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi  swasta MetroTV,  Rabu (11/10/2017).
Dia mengatakan, sejak Indonesia merdeka hingga tahun 2014, Indonesia sudah membangun jalan tol sepanjang 780 kilometer. Dalam rentang waktu tiga tahun, pemerintahan Jokowi-JK mampu membangun tambahan jalan tol sepanjang 568 kilometer.
“Kita harapkan di akhir 2018 ada tambahan sepanjang 1.800 kilometer. Jadi 780 plus 1.800 kilometer,” ujar Presiden.
Presiden berharap pembangunan infrastruktur ini nantinya akan berdampak pada penurunan biaya transportasi sehingga Indonesia siap bersaing dengan negara-negara lain. Terkait dengan kritik yang dilontarkan sejumlah pihak mengenai hutang negara, Presiden menanggapinya dengan santai.
“Biasa, kalau ada kritik dalam sebuah negara demokrasi kritik itu adalah vitamin yang memberikan semangat,” pungkas Presiden Jokowi.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menilai bahwa kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia masih dalam kategori aman dengan porsi di bawah 60 persen dari PDB.
Angka tersebut jauh dibandingkan sejumlah negara lain seperti Jepang yang memiliki utang sekitar 200 persen dari PDB nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Dalam Beragama, Rujukan Pertama Adalah Google Terakhir Al Qur’an

By Rohmat Tri Santoso   Sebenarnya, kita adalah makhluk-makhluk bodoh yang mau-maunya memiliki agama. Untuk menjadi pengikut pada suatu agama, termasuk Islam. Kita harus memutar otak dua puluh empat jam non stop. Merenungi. Menghayati, dan memaknai ajaran-ajaran dalam agama tersebut. Beragama. Berarti kita harus mengulik. Membedah rahasia tuhan. Menyingkap tabir yang tertutupi. Menemukan rumus-rumus tuhan. Demi mengenalnya lebih jauh. Demi memantapkan dan membimbing jiwa kita mengahadapi hidup yang njelehi ini. Cusssss. Gedeblug…. Tuhan menurunkan kitab suci pembimbing manusia ke bumi. Untuk menemukan rumus-rumus tuhan. Manusia perlu menelaah kitab suci sebagai buku manual untuk lebih dekat dengannya. Untuk mengetahui mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Tapi ternyata eh ternyata. Kitab suci itu terlalu kecil sebagai sumber pemaknaan tuhan. Manusia tetap harus memutar otaknya, m...