Langsung ke konten utama

Hebat, Pembangunan Jalan Tol Era Jokowi

Kesuksesan di dalam sebuah organisasi pasti ada pengaruh dari si pengambil keputusan. Pemimpin juga tidak sembarangan mengambil keputusan. Musyawarah untuk mufakat merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk menengahi perbedaan pendapat. Pergesekan ide dan solusi pasti akan terjadi.
Pemerintahan masa saat ini, yaitu Jokowi sebagai Presiden dan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, telah berada pada masa kerja 3 tahun meminpin Indonesia. Jangka waktu yang terasa singkat bila pembangunan yang dilakukan kita nikmati bersama, dan jangka yang sangat lama apabila kita tidak menikmatinya.
Selama perjalanan 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK, banyak pembangunan berjalan. Pembangunan yang kelihatan yaitu pembangunan infrastuktur, pembangunan yang memerlukan proses panjang yaitu pembangunan mental manusia Indonesia, sampai pada peningkatan rasa mencintai Indonesia. Telah dikerjakan. Walaupun masih memiliki kekurangan, tetapi memberikan rasa kebanggaan tersendiri.
Dalam proses perjalanan pembangunan infrastuktur, pasti banyak hambatan yang telah dilalui. Sampai politik merasuki pembangunan infrastuktur. Salah satu yang masih segar dengan ingatan kita adalah semakin meningginya hutang luar negeri Indonesia.
Tetapi dibalik itu, kita mendapatkan angin segar dari pandangan seorang Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa perekonomian Indonesia berjalan dengan normal. Hanya yang menjadi perhatian serius adalah peralihan sebagian sistem dagang dari offline ke online. Tentu saja hal ini sangat berdampak dari segi perdagangan masyarakat Indonesia.
Serangan bertubi-tubi datang dari berbagai pihak. Pertanyaan mulai bermunculan kepermukaan. Mengapa hutang Indonesia semakin banyak? Bagaimana nanti generasi penerus kita mengahadapinya? Mengapa hutang luar negeri banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur?
Beberapa pertanyan tersebut merupakan pertanyaan politik. Saya juga berpikiran demikian. Karena pada prinsipnya, pembangunan yang dilakukan saat ini akan memberikan nilai dan efek yang positif pada kehidupan Indonesia ke depan.
Dalam hal ini, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjabarkan. Pembangunan jalan tol pada era Jokowi-JK telah membangun 568 kilometer jalan tol. Ini melebihi pembangunan jalan tol pada masa pemerintahan sebelumnya.
10 tahun pemerintahan SBY, hanya membangun 212 km. Pembangunan jalan tol pada masa Megawati Soekarnoputri sepanjang 34 kilometer. Pembangunan jalan tol pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid sepanjang 7,2 km. Yang menjadi prestasi tersendiri adalah melampaui pembangunan jalan tol masa pemerintahan Soeharto sepanjang 490 kilometer. Karena pemerintahan Soeharto menjabat selama 32 tahun.
Apresiasi selayaknya kita berikan kepada tim pemerintahan Jokowi-JK. Salah satu menteri yang berada pada garda terdepan adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono. Pekerjaan yang sangat luar biasa telah ditunjukkan dan diberikan kepada rakyat Indonesia.
Di balik itu semua tersirat nama Joko Widodo. Dia adalah pemimpin tim saat ini. Memimpin suatu bangsa yang besar bukanlah sebuah tugas yang mudah dilaksanakan. Perjuangan tanpa akhir, tuntutan yang harus di emban untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa. Beban mempertahankan persatuan bangsa Indonesia sangatlah berat. Karena bangsa Indonesia terdiri dari beribu-ribu suku bangsa. Keunikan dari setia suku bangsa juga masih tercermin hingga saat ini.
Melalui pembangunan infrastruktur, terutama jalan tol. Sangat membantu banyak masyarakat Indonesia. Terutama yang sering menggunakan jaringan darat sebagai salah satu alternatif perekonomian. Memang menjadi hal yang mustahil untuk menghubungkan seluruh wilayah kepulauan Indonesia melalui jalur darat. Tetapi setidaknya dengan semakin memanjangnya jalan tol, sedikit memberikan secercah harapan, bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang giat membangun.
Di balik itu semua. Tuntutan untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia masih menjadi sebuah tantangan ke depan. Gerak politik dan ekonomi masih menjadi sebuah landasan dasar untuk mengajak masyarakat sebagai pendorong semangat untuk pemerintah.
Kemiskinan dalam segi ekonomi dan kemiskinan moral masih menjadi benalu dalam pembangunan. Berbagai cara telah dilakukan untuk pemberantasan kemiskinan. Memang untuk mewujudkan masyarakat terbebas dari kemiskinan memerlukan waktu yang panjang.
Selama perjalanan 3 tahun pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla, rasa kebanggaan sebagai bangsa Indonesia mulai tertancap dalam batin. Setiap strategi yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK untuk membangun Indonesia selangkah demi selangkah, sudah selayaknya kita dukung.
Visi seorang pemimpin sangat mempengaruhi kinerja orang-orang yang ada di dalam tim kerjanya. Itu telah terpatri dalam diri Pak Joko Widodo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi kelompok radikal untuk menyebarkan benih-benih ideologi ekstrimis. Facebook, YouTube, Twitter, blog hingga aplikasi layanan pesan gratis seperti WhatsApp kini menjadi alat yang ampuh bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda, mendapatkan pengaruh, dan menjaring keanggotan warga di jejaring sosial (netizen). Dalam konteks ini anak-anak muda menjadi target propagandanya. Di era digital seperti sekarang, dunia maya telah menjadi kekuatan nyata yang menghubungkan soliditas dan militansi kelompok radikal hingga ke lintas negara. Keberadaannya menawarkan kemudahan dalam berinteraksi dan pengorganisasian. Karena itu, kemunculan mereka di jejaring virtual turut mengubah strategi dan pola teror. Bahkan pada dekade kedua abad ke-21 ini muncul kecenderungan kelompok radikal meningkatkan interaksi dan propagandanya. Mereka membuat laman-laman tertentu untuk menyebarkan ide dan gagasan kebencian, pemahaman radikal, ancaman, serta cara me...