
Dua hari sebelum kedatangan Raja Salman ke
Indonesia dalam rangka kunjungan kenegaraan dari tanggal 1 s/d 9 Maret
2017 kemaren, sosial media sudah heboh duluan. Berbagai macam pendapat
berseliweran silih berganti. Dari mulai yang masuk akal sampai yang
langsung tidak bisa dicerna oleh akal.
Dari banyak pendapat yang berseliweran,
ada beberapa pendapat yang bikin saya jadi geli-geli sendiri yakni
pendapat dari penghuni bumi datar. Mereka merangkai cerita dengan penuh
drama bahwa kedatangan Raja Salman dan rombongan ke Indonesia adalah
untuk menemui Rizieq Shihab. Terus ada juga yang mengatakan bahwa Raja
Arab akan investasi besar-besaran ke Indonesia. Dan yang bikin saya
ingin ngakak sambil guling-guling dijalan berdebu adalah menghubungkan
kedatangan Raja Arab dengan isu ganyang china dan komunis. Hahaha.
Skenario Raja Salman dan rombongan yang
datang ke Indonesia untuk menemui Rizieq Shihab ini benar-benar menarik.
Mengingat Ahok telah duluan mendapat kehormatan dan kesempatan untuk
menyambut kedatangan Raja Salman dan rombongan di Bandara Halim
Perdanakusuma.
Bagi masyarakat bumi datar, Ahok yang mereka anggap telah menistakan agama saja bisa bersalaman dengan Raja Salman. Masak Rizieq Shihab tidak bisa? Padahal siapa yang tidak kenal Rizieq coba? Seorang Habib, keturunan nabi yang dicintai, Imam besar FPI, orang yang bisa mengumpulkan 7 juta manusia dalam satu tempat yang sama. Hanya Rizieq yang bisa. Jokowi pun belum tentu bisa melakukannya. Hebatkan Rizieq?
Untuk memperlihatkan “kehebatan” Rizieq tersebutlah yang mungkin membuat mereka berfantasi bahwa Raja Salman akan mengundang Rizieq untuk bertemu langsung dan bicara empat mata dengannya.
Kalau ini menjadi kenyataan, mereka akan
berteriak-teriak kegirangan. Ahok yang sebelumnya hanya bersalaman
dengan Raja Salman mah lewat. Rizieq di undang langsung malah. Begitulah
harapan indah mereka semua. Benar-benar indah. Layaknya mendengar
jawaban YA saat menembak Aura Kasih.
Tapi harapan indah mereka segera pudar
manakala Rizieq ternyata tidak pernah di undang oleh Raja Salman. Bahkan
kedutaan besar Arab Saudi menegaskan bahwa tidak ada pertemuan antara
Raja Salman dengan Rizieq.
Alangkah malunya aku
Tapi untunglah DPR RI ikut mengundang
Rizieq untuk mendengarkan langsung pidato Raja Salman di gedung DPR RI
siang ini. Secara tidak langsung, undangan dari DPR RI tersebut telah
menyelamatkan muka Rizieq dari malu besar.
Kadang saya kasihan melihat Rizieq, masyarakat bumi datar yang mengarang skenario indah tapi Rizieq yang harus menanggung malu kalau skenario itu tidak berjalan sesuai dengan harapan. Semua orang tahu bahwa sebagian besar masyarakat bumi datar tersebut adalah pemuja Rizieq garis keras. Mungkin hal inilah yang membuat semua orang langsung menancapkan pandangan kearah Rizieq jika sudah berhubungan dengan masyarakat bumi datar.
Walau dalam undangan yang dilayangkan oleh
DPR RI kepada Rizieq tersebut tertulis Pukul : 13.00 s/d 13.30 WIB.
Hanya setengah jam doang. Cukup singkat memang. Tapi cukup lah waktu
sesingkat itu untuk mengobati dahaga masyarakat bumi datar akan
pertemuan antara Rizieq dengan Raja Salman.
Semoga pertemuan Rizieq dengan Raja Salman nanti seindah bayangan masyarakat bumi datar. Amien!!!
Komentar
Posting Komentar