Langsung ke konten utama

Ada Apa Dengan Rizieq

 

Belakangan ini hidupku begitu hampa. Tanpa berita tentang dikau menghiasi hari-hariku. Andai semua kembali seperti sedia kala. Agar kebahagiaan yang sempat sirna kembali padaku.

Katanya dikau sempat sakit. Terserang penyakit walaupun cuma sedikit. Nyatanya dikau kini sudah kembali bangkit. Saatnya untuk mendengar kembali ceramahmu yang nyelekit.

Raja sudah selesai berlibur dipulau dewata. Bahkan telah pergi meninggalkan negeri sakura. Jangan bersedih hati karena tidak jadi bertemu dengannya. Apalah artinya bertemu dengan Raja dibandingkan bertemu dengan umatmu yang banyaknya sampai tujuh juta.

Kulihat dikau bersama keluarga mantan penguasa. Dan tentunya juga ada si manies disana. Aku tau dikau suka berada dimana ada penyumbang dana. Karena disitulah dikau membawa sebuah agenda.
Ketika mayat tak lagi menjadi duka. Malah spanduk yang bertebaran dimana-mana. Apakah memang seperti itu dikau mengajar mereka. Sampai mayat dipandang hina.

Suasana tak lagi hening. Kegaduhan yang membuat kepala pening. Banyak yang bergaya sok suci bak air yang bening. Ternyata mulut santunnya sebau kotoran berwarna kuning.

Kemanakah habib? dia seperti hilang bak ditelan bumi. Tidak ada lagi berita menarik tentangnya, yang biasa menghiasi kehidupan di dunia nyata dan maya. Layaknya sebuah kapal selam, habib akan tampil kepermukaan jika diperlukan. Dari kedalaman dia terus memantau dengan persiapan penuh. Dibekali amunisi lengkap untuk menyerang jika waktunya sudah tepat. Mungkinkah ‘job’ pada putaran kedua akan menuai ‘bayaran’ yang fantastis dan diperpanjang hingga 2019? Ah tapi tidak mungkin habib seperti itu. Saat ini kondisi habib memang seperti kapal selam. Namun bukan untuk menyerang tetapi untuk menyelam jauh ke dalam. Menghilang sebentar dari keramaian. Kenapa begitu? Ternyata habib masih memiliki rasa malu.

Kata malu menurut KBBI adalah merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dan sebagainya) karena berbuat sesuatu yang kurang baik (kurang benar, berbeda dengan kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dan sebagainya). Sangat melegakan jika memang habib masih memiliki rasa malu. Marilah kita bersyukur atas kejadian ini semua. Tak dapat disangkal jika habib hanyalah manusia biasa, yang punya rasa malu walaupun kadang-kadang malu-maluin. Tapi kenapa ya habib merasa malu akhir-akhir ini? Berikut hasil penerawangan tadi malam.

1. Baju habib kalah keren dibandingkan baju Raja.
Tersiar kabar burung kalau habib tidak bertemu Raja bukan karena sakit tapi karena masalah kostum. Dia malu kalau harus foto berdampingan dengan Raja. Coba perhatikan baik-baik pakaian Raja. Terbuat dari benang emas, kancing emas, renda emas, pokoknya semua serba emas. Pakaian habib juga ‘mengandung’ emas, emas tailor tepatnya. Walaupun pakaian habib hanya dibuat di tailor tak terkenal dan terbuat dari bahan biasa, tapi ada warna emas nya juga. Itu bisa terjadi karena baju-baju habib jarang cuci di laundry kilo-an. Makanya terkadang masih ada sedikit warna emas dibagian belakangnya. Ternyata oh ternyata, mulut dan bagian belakangnya sama sama kotor.

2. Kasus firza hots kalah heboh dibandingkan kasus peterporn.
Jauh sebelum kedatangan Raja yang membuat heboh, sekumpulan hacker sudah membuat kehebohan terlebih dahulu. Anehnya kehebohannya cuma sebentar saja. Padahal kasus peterporn dulu sampai tak habis-habis nya digunjingkan. Sedangkan untuk kasus ini, cuma sedikit saja gaung yang terdengar. Habib kecewa dan malu, padahal bisa saja ini jadi kasus of the century. Ternyata habib mirip-mirip skuter alias seleb kurang terkenal, yang berharap kehebohan dari sebuah gosip. Karena gosip itu makin digosok makin sip.


Tenang aja bib, warga bumi datar pemaaaf kok. Dulu si peterporn setelah keluar dari penjara malah tambah ngetop. Fansnya pada baik dan suka amnesia. Semoga aja ente juga begitu ya. Tapi kalau sudah di dalam sana coba diusahakan untuk selamanya saja ya.

3. Habib jadi freelancer.
Walaupun sudah berhasil dibeberapa event sebelumnya, ternyata habib di ‘PHK’. Padahal sudah berharap besar bisa dapat kontrak setidaknya sampai 2019. Mungkin saja kegagalan pada putaran pertama jadi penyebabnya. Sekarang habib sedikit dilema, mau dukung yang mana. Mau dukung si kuda, tapi ada cina kafir lainnya yang ikutan gabung. Mau dukung yang lainnya, yang lainnya belum ngelirik. Ah mendingan lirik firza hots saja deh.

4. Ahok masih tetap kafir.
Walaupun Ahok sudah di doakan ‘tujuh juta’ umat dari bumi datar tapi dia belum juga dapat hidayah. Diperparah dengan belum adanya tanda-tanda Ahok akan ditahan walaupun sudah sampai sidang yang ke-15. Malu berat saat lihat Ahok masih bebas berkeliaran kesana kemari. Dan yang teranyar, saat lihat Ahok sibuk main basket sama seleb ibukota. “Malunya tuh disini”, kata habib sambil nunjuk ke pisang. Habib mulai kehilangan arah, mau tanya sama semut merah yang menempel di dinding berwarna biru, hijau dan kuning tapi malu. Karena warna semut dan dindingnya sama dengan warna partai pendukung Ahok.


Kalau habib merasa malu adalah hal yang wajar. Karena ada si putri malu. Tapi kalau habib bersikap malu-maluin, itu adalah hal yang tidak wajar. Karena tidak pernah ada si putri malu-maluin. Bib..bib, sini saya bisikin, “Ahok lu lawan, situ OK?”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi kelompok radikal untuk menyebarkan benih-benih ideologi ekstrimis. Facebook, YouTube, Twitter, blog hingga aplikasi layanan pesan gratis seperti WhatsApp kini menjadi alat yang ampuh bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda, mendapatkan pengaruh, dan menjaring keanggotan warga di jejaring sosial (netizen). Dalam konteks ini anak-anak muda menjadi target propagandanya. Di era digital seperti sekarang, dunia maya telah menjadi kekuatan nyata yang menghubungkan soliditas dan militansi kelompok radikal hingga ke lintas negara. Keberadaannya menawarkan kemudahan dalam berinteraksi dan pengorganisasian. Karena itu, kemunculan mereka di jejaring virtual turut mengubah strategi dan pola teror. Bahkan pada dekade kedua abad ke-21 ini muncul kecenderungan kelompok radikal meningkatkan interaksi dan propagandanya. Mereka membuat laman-laman tertentu untuk menyebarkan ide dan gagasan kebencian, pemahaman radikal, ancaman, serta cara me...