Langsung ke konten utama

Menteri Basuki Pastikan Tak Ada Proyek Mangkrak Hingga 2019

Menteri Basuki Pastikan Tak Ada Proyek Mangkrak Hingga 2019
Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengemban amanat yang besar untuk memastikan berbagai proyek strategis nasional, terutama di bidang infrastruktur bisa terlaksana hingga akhir periode kabinet kerja di tahun 2019 mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam 2 tahun sisa periode pemerintahan kabinet kerja ini, dipastikan tidak ada proyek pembangunan infrastruktur yang akan mangkrak. 

"Tinggal 2 tahun lagi kabinet kerja. Fokusnya adalah memastikan proyek-proyek di Kementerian PUPR dan kementerian yang lain agar tidak ada yang mangkrak," tegas Basuki saat berbincang dengan detikFinance.

Basuki menyebut, memang tak semua proyek infrastruktur bakal rampung di 2019. hal itu dikarenakan beberapa proyek masih berada pada masa konstruksi di 2019. Namun ia memastikan proyek tersebut tetap berjalan sehingga pada periode berikutnya proyek-proyek tersebut tinggal dilanjutkan penyelesaiannya.

"Pastikan 2018 sampai 2019 nanti, ada yang selesai ada menerus. Mungkin tidak semua selesai, tapi tidak ada yang mangkrak agar bisa dilanjutkan," tegas Basuki.

Di tahun 2017, terdapat sejumlah capaian pembangunan infrastruktur yang berhasil dibangun Kementerian PUPR. Mulai dari jalan, bendungan, hingga perumahan.

"Jalan tol, bendungan, pembangunan jaringan irigasi, perumahan sudah cukup berhasil kalau dibanding tahun2 sebelumnya. Kemudian air minum, kemudian kawasan perbatasan, itu jalan nasional, kita tahun ketiga lebih dari 2650 km dibangun, padahal targetnya 2.650 km. Jalan tol tahun ini akan 568 km tambahannya. Tahun 2019 sampai 1.581 km. Jadi itu sedang kami siapkan," katanya belum lama ini.

Menurutnya, capaian-capaian tersebut membuat daya saing infrastruktur RI menjadi semakin meningkat.

"Jalan tol, bendungan jaringan irigasi, rumah, air minum, perbatasan, itu yang bisa menyebabkan daya saing infrastruktur kita naik," jelasnya.

Walau demikian, ada juga beberapa proyek infrastruktur yang belum mencapai target. Antara lain penataan kawasan kumuh, hingga masalah sanitasi. Basuki menilai, budaya masyarakat menjadi tantangan tersulit untuk mencapai target tersebut.

"Ada yang mungkin masih terseok-seok, kita kerja keras untuk bisa dekati target kawasan kumuh, sanitasi. Itu mungkin harus kerja keras untuk bisa mendekati target," terangnya.

Lebih lanjut Basuki mengatakan, dirinya sedang mempersiapkan laporan capaian pembangunan infrastruktur kepada Jokowi. Saat ini, dirinya sedang menyusun laporan tersebut.

"Kami baru diperintahkan buat laporan satu halaman, untuk masing-masing kementerian. Nah kami sudah siapkan, mana yang paling berhasil, mana yang mungkin tidak tercapai," jelasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi kelompok radikal untuk menyebarkan benih-benih ideologi ekstrimis. Facebook, YouTube, Twitter, blog hingga aplikasi layanan pesan gratis seperti WhatsApp kini menjadi alat yang ampuh bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda, mendapatkan pengaruh, dan menjaring keanggotan warga di jejaring sosial (netizen). Dalam konteks ini anak-anak muda menjadi target propagandanya. Di era digital seperti sekarang, dunia maya telah menjadi kekuatan nyata yang menghubungkan soliditas dan militansi kelompok radikal hingga ke lintas negara. Keberadaannya menawarkan kemudahan dalam berinteraksi dan pengorganisasian. Karena itu, kemunculan mereka di jejaring virtual turut mengubah strategi dan pola teror. Bahkan pada dekade kedua abad ke-21 ini muncul kecenderungan kelompok radikal meningkatkan interaksi dan propagandanya. Mereka membuat laman-laman tertentu untuk menyebarkan ide dan gagasan kebencian, pemahaman radikal, ancaman, serta cara me...