Langsung ke konten utama

Jokowi Minta Pengusaha Tak Khawatir Investasi di Tahun Politik

Jokowi Minta Pengusaha Tak Khawatir Investasi di Tahun Politik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para pengusaha menggunakan pilkada sebagai alasan tidak ekspansi bisnis. Menurut Jokowi, sejak 2015 sampai 2019 Indonesia diramaikan dengan acara pemilihan kepala daerah dan juga pemilihan umum presiden.

"Pengusaha itu saya tanya kok enggak berani investasi, jawabannya pasti Pak ini tahun politik, ada pilkada, memang tiap tahun ada pilkada kok, masak mau nunggu terus. 2015 ada pilkada, 2016 ada pilkada, 2017 ada pilkada, tahun ini ada pilkada di 171 provinsi dan tahun depan ada pilpres, memang mau nunggu. Pilkada ya pilkada, ekonomi ya ekonomi, politik ya politik. Ini yang saya terus sampaikan kepada pengusaha" kata Jokowi saat memberikan arahan di acara Pertemuan Tahunan Jasa Keuangan di Ritz Charlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/1/2018).


Selain meminta pengusaha agar tidak takut investasi di tahun politik, Jokowi juga mengingatkan soal perkembangan teknologi yang begitu pesat. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, dengan teknologi segala macam bentuk usaha menjadi berubah, sehingga redefinisi perlu dilakukan secepatnya. 

Dia mencontohkan, seperti halnya kantor yang ke depannya perlu dipikirkan kembali apakah perlu atau tidak.

"Kantor nanti enggak diperlukan lagi, nanti yang punya kantor gede gede harus dipikirkan buat apa kantornya. Karena ke depan kantor sudah tidak diperlukan dengan teknologi yang ada. karena kerja pun bisa dari mana saja," kata dia.

"Anak saya kalau sudah pegang gawai, kalau tengah malam masuk jam 1 jam 2 saya suruh tidur, Saya ini bukan main main lho pak, saya kerja lho ini. Bekerja pun dengan tidur, dengan gelongsor di lantai, itu bekerja zaman sekarang ini, tidak perlu lagi kantor, sudah bisa menjangkau seluruh daerah atau seluruh dunia, inilah redefinisi kantor," tutur Jokowi.


Oleh karena itu transisi atau perkembangan teknologi yang begitu cepat harus segera diantisipasi tidak terkecuali oleh para pelaku industri jasa keuangan.

Jokowi juga mendorong OJK untuk terus menciptakan instrumen-instrumen pembiayaan. Salah satunya untuk pembangunan infrastruktur, sehingga APBN tidak terbebani.

"Kita akan terus dorong BUMN, BUMD, perbankan pusat dan daerah untuk mencari model-model pembiayaan alternatif, model pembiayaan kreatif terutama untuk pembiayaan infrastruktur. Jangan monoton terus, masih banyak model yang bisa kita pakai. Saya kira yang di atas sudah memulai sekuritisasi telah dilakukan, Komodo bond telah diberikan, kita akan coba lagi Limited Concession Scheme dikerjakan. Tidak semuanya tergantung dengan APBN," tutup Jokowi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Dalam Beragama, Rujukan Pertama Adalah Google Terakhir Al Qur’an

By Rohmat Tri Santoso   Sebenarnya, kita adalah makhluk-makhluk bodoh yang mau-maunya memiliki agama. Untuk menjadi pengikut pada suatu agama, termasuk Islam. Kita harus memutar otak dua puluh empat jam non stop. Merenungi. Menghayati, dan memaknai ajaran-ajaran dalam agama tersebut. Beragama. Berarti kita harus mengulik. Membedah rahasia tuhan. Menyingkap tabir yang tertutupi. Menemukan rumus-rumus tuhan. Demi mengenalnya lebih jauh. Demi memantapkan dan membimbing jiwa kita mengahadapi hidup yang njelehi ini. Cusssss. Gedeblug…. Tuhan menurunkan kitab suci pembimbing manusia ke bumi. Untuk menemukan rumus-rumus tuhan. Manusia perlu menelaah kitab suci sebagai buku manual untuk lebih dekat dengannya. Untuk mengetahui mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Tapi ternyata eh ternyata. Kitab suci itu terlalu kecil sebagai sumber pemaknaan tuhan. Manusia tetap harus memutar otaknya, m...