Langsung ke konten utama

SEMPAT MANGKRAK, TOL BECAKAYU AKHIRNYA DIRESMIKAN PRESIDEN JOKOWI


Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian sebagian jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), yang diharapkan akan mempermudah akses warga Bekasi dan sekitarnya menuju Jakarta dan sebaliknya.
Pembangunan tol Becakayu dicetus pada tahun 1995 di era Presiden Soeharto dan mangkrak selama lebih dari 20an tahun sampai mulai dikerjakan kembali pada 2015 lalu. “Tol Becakayu sudah berhenti 21 tahun. Karena Surat Perintah Kerja (SPK) diberikan tahun 1996,” ujar Presiden Jokowi di tol Becakayu, Jakarta, Jumat (3/11/2017).
Presiden Jokowi memaparkan hanya dalam dua tahun seksi 1 B dan seksi 1 C berhasil dibangun. Selanjutnya Jokowi menargetkan proyek tol Becakayu harus diselesaikan sampai daerah Tambun pada Maret 2018. “Ini akan dilanjutkan ke Bekasi dan Tambun sehingga akses dari Bekasi ke Jakarta akan semakin mudah,” katanya.
Presiden mengatakan bahwa mulai Sabtu (4/11) Jalan Tol Becakayu sudah bisa digunakan. Tol Becakayu dapat menekan volume kemacetan yang terjadi di daerah Bekasi sampai Kampung Melayu. Karena tol tersebut memiliki panjang 8,4 km. “Mulai besok (4/11) bisa dipakai panjangnya 8,4 km, paling tidak mengurangi kemacetan yang telah bertahun-tahun ada,” ungkap Jokowi.
Ruas tol Becakayu memiliki total panjang 23,8 kilometer yang membentang dari Jakarta Timur sampai Kota bekasi.
Seksi 1A Casablanca-Cipinang Melayu, ditargetkan akan rampung pada Maret 2018, sedangkan untuk pembangunan seksi 2 dari Jatisampurna sampai Bekasi Timur sejauh 9,2 kilometer baru akan dimulai pada 2018 mendatang.
Ketika ditanya bagaimana agar proyek seksi lain agar tidak mangkrak, Presiden mengatakan, “Bagaimana mangkrak lagi, wong ini mulai besok dipakai”.
“Ini langsung dipakai supaya perusahaan juga segera mendapatkan pemasukan sehingga tol yang lain juga bisa dikerjakan pembangunannya,” katanya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan. meski baru sebagian yang diresmikan, jalan tol tersebut diharapkan dapat memangkas kemacetan di jalan raya Kalimalang dan jalan tol Jakarta-Cikampek, terutama karena penumpukan volume kendaraan di gerbang tol Halim. “Sosialisasi menjelang pengoperasiannya sudah kami lakukan,” ucapnya.
Jalan Tol Becakayu diyakini akan memperlancar lalu lintas kendaraan logistik yang menuju Karawang, Cibitung, dan Bandung. Sebab, arus kendaraan akan terpecah dan dapat mengurangi volume lalu lintas di jalan tol Jakarta-Cikampek.
“Pengguna jalan dari Bekasi menuju Jakarta Pusat atau ke Jakarta Utara tidak perlu lagi melewati tengah kota, tapi bisa memanfaatkan Jalan Tol Becakayu yang terkoneksi dengan Jalan Tol Wiyoto Wiyono dan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR),” ujarnya.
Tol Becakayu dibangun dan dioperasikan oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) yang sahamnya dimiliki oleh PT Waskita Toll Road (98,97 persen) dan PT Jasa Marga Tbk (1,03 persen).
Direktur Utama PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) Herwidiakto mengatakan tol Becakayu dibangun dan dikerjakan secara bertahap yaitu Seksi I sepanjang 11,9 kilometer, Seksi II sepanjang 4,1 kilometer dan seksi III sepanjang 7,8 kilometer. “Jalan Tol Becakayu ini merupakan jawaban atas kebutuhan yang mendesak untuk memperlancar arus lalu lintas Bekasi-Jakarta yang selama ini selalu identik dengan kemacetan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, M. Choliq, kepada Media di Jakarta, Kamis, 2 November 2017 mengatakan bahwa seksi yang akan dibuka untuk umum itu meliputi Cipinang Melayu di Jakarta Timur sampai Pangkalan Jati dan berakhir di Jakasampurna, Bekasi Barat, sepanjang 8,26 kilometer.
Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c memiliki lima akses penghubung dengan jalan non-tol (ramp), yaitu ramp on Cipinang, ramp on Jatiwaringin, ramp on Pondok Kelapa, ramp on Bintara Jaya, dan ramp on Jakasampurna.
Choliq memaparkan, perkembangan pembangunan jalan tol ini secara keseluruhan telah mencapai 45,61 persen dari total panjang seluruh seksi 21,04 km. Untuk seksi 1a dengan rute DI Panjaitan-Cipinang sepanjang 3,19 km ditargetkan selesai pada April 2018. Kemudian seksi 2a diprediksi selesai dan dapat dioperasikan pada Desember 2018. Adapun seksi 2b pada 2019.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi kelompok radikal untuk menyebarkan benih-benih ideologi ekstrimis. Facebook, YouTube, Twitter, blog hingga aplikasi layanan pesan gratis seperti WhatsApp kini menjadi alat yang ampuh bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda, mendapatkan pengaruh, dan menjaring keanggotan warga di jejaring sosial (netizen). Dalam konteks ini anak-anak muda menjadi target propagandanya. Di era digital seperti sekarang, dunia maya telah menjadi kekuatan nyata yang menghubungkan soliditas dan militansi kelompok radikal hingga ke lintas negara. Keberadaannya menawarkan kemudahan dalam berinteraksi dan pengorganisasian. Karena itu, kemunculan mereka di jejaring virtual turut mengubah strategi dan pola teror. Bahkan pada dekade kedua abad ke-21 ini muncul kecenderungan kelompok radikal meningkatkan interaksi dan propagandanya. Mereka membuat laman-laman tertentu untuk menyebarkan ide dan gagasan kebencian, pemahaman radikal, ancaman, serta cara me...