Langsung ke konten utama

HABIB AHMAD BIN NOVEL BERHARAP CERAMAH MAULID NABI HENDAKNYA MENYEJUKAN HATI BUKAN YANG MEMBUAT PANAS


Pada 1 Desember 2017 seluruh umat Islam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada perayaan itu pastinya kita akan ke masjid dan ingin lebih dekat bersama Nabi Muhammad dengan lebih dikenalkan lagi kita dengan Nabi Muhammad SAW. Kita ingin mengetahui semua sisi positif nabi agar kita dapat mencontoh dan mengimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari dan pulang dengan hati yang sejuk dan damai.Hal tersebut menjadi harapan umat Islam pada perayaan Maulid Nabi.
Namun dikhawatirkan dengan kondisi politik saat ini ada ulama-ulama diluar harapan membawa politik dalam ceramahnya, padahal umat hanya ingin sejuk dan lebih dekat dengan Nabi, bukannya mengungkapkan kejelekan pemimpin bangsa ingin yang berujung melakukan hasutan negatif untuk tidak suka kepada pemimpin tersebut.
Oleh sebab itu masyarakat diminta kritis dalam menerima ceramah dari ulama-ulama, karena saat ini sejumlah ulama memberikan ceramah yang justru mengarah pada perpecahan bangsa. Hendaknya perayaan Maulid Nabi yang dilakukan di Masjid tidak ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik.
Masyarakat harus pahami perayaan Maulid adalah momentum untuk meningkatkan kedekatan kita sebagai dengan Allah, melakukan kontemplasi sebagai seorang umat, melakukan kebaikan dan perbaikan diri, bukan justru menghakimi orang lain atas dosa dan kesalahan mereka di mata manusia.
Allah sudah mempersatukan dan mempersaudarakan umat harus dijaga dan dipertahankan, oleh sebab itu tidak perlu lagi mendengarkan ulama-ulama yang memecah belah umat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Dalam Beragama, Rujukan Pertama Adalah Google Terakhir Al Qur’an

By Rohmat Tri Santoso   Sebenarnya, kita adalah makhluk-makhluk bodoh yang mau-maunya memiliki agama. Untuk menjadi pengikut pada suatu agama, termasuk Islam. Kita harus memutar otak dua puluh empat jam non stop. Merenungi. Menghayati, dan memaknai ajaran-ajaran dalam agama tersebut. Beragama. Berarti kita harus mengulik. Membedah rahasia tuhan. Menyingkap tabir yang tertutupi. Menemukan rumus-rumus tuhan. Demi mengenalnya lebih jauh. Demi memantapkan dan membimbing jiwa kita mengahadapi hidup yang njelehi ini. Cusssss. Gedeblug…. Tuhan menurunkan kitab suci pembimbing manusia ke bumi. Untuk menemukan rumus-rumus tuhan. Manusia perlu menelaah kitab suci sebagai buku manual untuk lebih dekat dengannya. Untuk mengetahui mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Tapi ternyata eh ternyata. Kitab suci itu terlalu kecil sebagai sumber pemaknaan tuhan. Manusia tetap harus memutar otaknya, m...