Langsung ke konten utama

JOKOWI : PRESIDEN ZAMAN NOW

Jokowi : Presiden Zaman Now
Menarik saat melihat Instagram Jokowi dengan posting terakhirnya menampilkan video dengan caption menarik : Jokowi : Video zaman now peresmian jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 1B dan 1C Cipinang-Jaka Sampurna, Bekasi. Semoga bermanfaat mengurangi kemacetan. Sederhana, singkat, jelas, padat.
Di video itu ditampilkan adegan saat menekan tombol lalu berlanjut dengan Pak Jokowi menaiki jeep klasik dan menjajal tol baru yang sebenarnya mangkrak sedemikian lama, dari tahun 1995 dan baru 2017 bisa diresmikan! Sebutan Presiden Zaman Now pantas disematkan kepada Jokowi yang bukan hanya fasih dengan teknologi alias kekinian. Sebutan itu bukan hanya sekedar latah istilah dari slang internet tapi ini untuk mengkontraskannya dengan pemimpin zaman old atau zaman doel (doeloe), ha ha.
Bayangkan sejak digagas oleh Pak Harto dan dibangun tiang pancangnya setahun kemudian, tol ini sudah melewati 4 zaman Presiden alias empat mantan Presiden! Mulai dari Pak Habibie, Gus Dur, Ibu Megawati dan Pak SBY. Adalah Pak SBY yang memerintah dua periode total 10 tahun dan nasib tol Becakayu itu tetaplah mangkrak dan terlantar, tak berubah.
Baru 3 bulan menjabat Presiden, Jokowi dilantik Juli 2014 dan Bulan Oktober Pak Jokowi langsung melirik tol ini dan tak mau membiarkan keadaan mangkraknya lestari. Pak Jokowi langsung menggenjot pembangunan tol ini di bulan Oktober 2014. Bahkan bukti keseriusannya beliau sempat meninjau pembangunan ulang tol ini berkali-kali. Hanya butuh 3 tahun waktu yang diperlukan Pak Jokowi untuk menuntaskan proyek tol ini.
Inilah keunikan Pak Jokowi, Presiden zaman now yang mampu
memberi sentuhan yang baru untuk tol yang sudah tergolong tua murnya ini, bandingkan beberapa tol yang baru dibangun di Indonesia oleh Pak Jokowi. Tol yang tergolong tua ini sebenarnya sebagian ada di wilayah Ibu Kota dan nyambung ke tetangga Ibu Kota yaitu Bekasi.
Karena itu idiom atau ungkapan ,”Penak jamanku tho,” akhirnya sedikit demi sedikit akan beralih ke Pak Jokowi karena di jaman eh zaman ini Pak Presiden Jokowi menunjukkan bukti kerja nyata bagi rakyat Indonesia. Kendati masih banyak PR, banyak yang harus dibenahi tapi kemajua sudah terlihat sangat signifikan.
Presiden zaman now adalah pemimpin negara (Indonesia) yang jelas berbeda, dalam konteks kepepmimpinan presiden di negara kita. Ketika menyusuri tol yang sebenarnya udah dari zaman old, bisa dikatan demikian karena sudah lama, mangkrak. Dari tahun 1995 sejak digagas oleh Pak Harto dan dimulai pembangunannya tahun itu juga, menghadapi berbagai kendala yang serius.
Pak Jokowi mampu melampaui beberapa zaman atau masa Presiden dan yang lebih spesial dan uniknya lagi yaitu pak Jokowi seakan meneruskan tongkat estafet pembangunan langsung dari Bapak Pembangunan sebelumnya yaitu Pak Harto yang menggagas tol ini. Selamat datang di Bapak Pembangunan Zaman Now, Pak Jokowi.
Seandainya Pak Harto masih hidup, beliau akan terpana dan geleng-geleng kepala sembari berujar,”Penak jamanmu Nak.” Atau ,”Hebat zamanmu ya, Nak Jokowi!”. Ya jelas dengan spirit pembangunan yang luar biasa, pembangunan infrastruktur dari tol baru ini makin menambah kemajuan dan membuat perubahan-perubahan di Indonesia.
Menyusuri tol ini seakan menapak tilas perjalanan dari zaman ke zaman apalagi dengan penggunaan mobil klasik yang ditumpangi Pak Jokowi. Bagi Pak Jokowi, infrastruktur tua itu bukanlah hambatan atau tantangan, tapi bisa diperbaharui asal dikerjakan dengan fokus dan sungguh-sungguh.
Dengan waktu pembangunan yang tergolong singkat, 3 tahun pesan yang ditunjukkan adalah Pemimpin zaman now bergerak dan bekerja keras. Efeknya adalah roda pembangunan bisa bergulir dengan cepat dan penyelesaian tol itu demi untuk menjawab kebutuhan warga yang tersiksa atau menderita karena kemacetan.
Pemimpin Zaman Now adalah pemimpin yang responsif dan solutif, melihat ke lapangan dan menganalisa permasalah serta menghadirkan solusi yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. Tak membuang waktu mencari atau menyalahkan yang lama tapi berusaha menghadirkan perubahan yang positif.

Tak mengumbar janji dan banyak kata. Seperti di caption Instagram: hanya sedikit kata dan videonya juga singkat tapi manfaatnya sangat besar serta bisa dinikmati oleh warga penggunanya. Selamat buat Pak Jokowi, Presiden Zaman Now.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi kelompok radikal untuk menyebarkan benih-benih ideologi ekstrimis. Facebook, YouTube, Twitter, blog hingga aplikasi layanan pesan gratis seperti WhatsApp kini menjadi alat yang ampuh bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda, mendapatkan pengaruh, dan menjaring keanggotan warga di jejaring sosial (netizen). Dalam konteks ini anak-anak muda menjadi target propagandanya. Di era digital seperti sekarang, dunia maya telah menjadi kekuatan nyata yang menghubungkan soliditas dan militansi kelompok radikal hingga ke lintas negara. Keberadaannya menawarkan kemudahan dalam berinteraksi dan pengorganisasian. Karena itu, kemunculan mereka di jejaring virtual turut mengubah strategi dan pola teror. Bahkan pada dekade kedua abad ke-21 ini muncul kecenderungan kelompok radikal meningkatkan interaksi dan propagandanya. Mereka membuat laman-laman tertentu untuk menyebarkan ide dan gagasan kebencian, pemahaman radikal, ancaman, serta cara me...