Langsung ke konten utama

Jokowi Bakal Operasikan 25 Ruas Tol di 2018, Ini Daftarnya

Jokowi Bakal Operasikan 25 Ruas Tol di 2018, Ini Daftarnya
Sepanjang tahun 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan sejumlah ruas jalan tol bakal beroperasi atau bisa dilewati secara komersil oleh masyarakat. Ruas-ruas tersebut merupakan bagian dari tol Trans Jawa, non Trans Jawa dan juga tol Trans Sumatera.

Berdasarkan data Kementerian PUPR yang diterima detikFinance, Rabu (14/2/2018), akan ada setidaknya 25 ruas tol yang bakal beroperasi sepanjang tahun ini. Rangkaian tol yang dioperasikan tahun ini juga merupakan bagian dari ruas-ruas yang gagal beroperasi atau molor waktu pengoperasiannga pada tahun lalu.

Tol Bakauheni-Terbanggi Besar menjadi yang pertama dioperasikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun ini pada Januari lalu. Sisa ruas tol Bakauheni lainnya juga akan dioperasikan pada tahun ini yang ditarget rampung pada bulan Juni.

Rangkaian tol Trans Jawa pun bakal tersambung secara operasional pada tahun ini dengan bakal dioperasikannya tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo hingga Pasuruan-Probolinggo.

Pemerintah sendiri menargetkan ada 615 km panjang tol yang beroperasi sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut belum ditambah sekitar 220 km tol yang molor target pengoperasiannya pada tahun lalu. Hingga akhir 2018, diharapkan panjang tol baru yang dimiliki Indonesia sejak Oktober 2014 mencapai 1.183 km.

Berikut daftar ruas tol yang ditarget beroperasi tahun ini beserta jadwal dan lama pengerjaannya:

1. Bakauheni-Terbanggi Besar
A. Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1 Segmen IC (Pelabuhan Bakauheni-Bakauheni) di Lampung (tahun konstruksi 2016-2018) sepanjang 8,9 km (Januari)
B. Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 2 Segmen Sidomulyo-Lematang di Lampung (2016-2018) sepanjang 5,3 km (Januari)
C. Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1 Segmen Bakauheni-Sidomulyo di Lampung (2016-2018) sepanjang 30,5 km (Juni)
D. Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 2 Segmen Lematang-Kota Baru di Lampung (2016-2018) sepanjang 35,48 km (Juni)
E. Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 3 (Kota Baru-Metro) di Lampung (2016-2018) sepanjang 29 km (Juni)
F. Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 4 (Metro-Terbanggi Besar) di Lampung (2016-2018) sepanjang 31,8 km (Juni)

2. Solo-Ngawi
A. Solo-Ngawi JC Kertosuro-SS Solo (Pemerintah/APBN) di Jawa Tengah (2013-2018) sepanjang 20,9 km (Maret)
B. Solo-Ngawi Seksi 1 (Solo-Mantingan) Segmen Karanganyar-Sragen (2013-2018) di Jawa Tengah sepanjang 13,8 km (Maret)
C. Solo-Ngawi Seksi 1 (Solo-Mantingan) Segmen Sragen-Mantingan (2013-2018) di Jawa Tengah sepanjang 21,35 km (Maret)
D. Solo-Ngawi Seksi 2 (Mantingan-Ngawi) (2015-2018) di Jawa Tengah sepanjang 34,2 km (Maret)

3. Ngawi-Kertosono
A. Ngawi-Kertosono Seksi 1 (Ngawi 1C-Madiun 1C) di Jawa Timur (2015-2018) sepanjang 20 km (Maret)
B. Ngawi-Kertosono Seksi 2 (Madiun 1C-Caruban 1C) di Jawa Timur (2015-2018) sepanjang 8,45 km (Maret)
C. Ngawi-Kertosono Seksi 3 (Caruban 1C-Nganjuk 1C) di Jawa Timur (2015-2018) sepanjang 21,6 km (Maret)
D. Ngawi-Kertosono JBH Solo Kertosono (Pemerintah Loan China) di Jawa Timur-Jawa Tengah (2015-2018) sepanjang 37,5 km (Desember)

4. Pejagan-Pemalang
A. Pejagan-Pemalang Seksi 3 (Brebes Timur-Tegal Timur) di Jawa Tengah (2015-2018) sepanjang 10,14 km (Maret)
B. Pejagan-Pemalang Seksi 4 (Tegal Timur-Pemalang) di Jawa Tengah (2015-2018) sepanjang 26,9 km (Maret)

5. Cijago
A. Cinere-Jagorawi Seksi 2 (Raya Bogor-Kukusan) di Jawa Barat (2014-2018) sepanjang 5,5 km (Maret)

6. Desari
A. Depok-Antasari Seksi 1 (Antasari-Brigif/Cinere) di Jakarta (2014-2018) sepanjang 6,8 km (April)

7. Palindra
A. Palembang-Indralaya Seksi 3 (KTM-Simpang Indralaya) (Operasinya menunggu selesainya konstruksi seksi 2) di Sumsel (2016-2018) sepanjang 9,28 km (April)
B. Palembang-Indralaya Seksi 2 (Pamulatan-KTM) di Sumatera Selatan (2016-2018) sepanjang 4,9 km (Juni)

8. Ciawi-Sukabumi
A. Ciawi-Sukabumi Seksi 1 (Ciawi-Cigombong) Segmen Ciawi-Caringin di Jawa Barat (2015-2018) sepanjang 7,3 km (April)
B. Ciawi-Sukabumi Seksi 1 (Ciawi-Cigombong) Segmen Caringin-Cigombong di Jawa Barat (2015-2018) sepanjang 8,05 km (April)

9. Becakayu
A. Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 1A (Casablanca-Cipinang) Segmen Cipinang-Kebon Nanas di Jakarta (2017-2018) sepanjang 1,8 km (April)
B. Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 1A (Casablanca-Cipinang) Segmen Kebon Nanas-Casablanca di Jakarta (2017-2018) sepanjang 2,72 km (Desember)

10. MKTT
A. Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) Seksi 1 APBN (Tj Morawa-IC Perbarakan) di Sumut (2015-2018) sepanjang 3,25 km (April)
B. Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 (IC Sei Rampah-IC Tebing Tinggi) di Sumut (2017 - 2018 ) sepanjang 9,3 km (Desember)

11. Medan-Binjai
A. Medan-Binjai Seksi 1 (Jalan Veteran-SS Heltevia) di Sumut (2015-2018) sepanjang 2,8 km (April)
B. Medan-Binjai Seksi 1 (Tanjung Mulia-Helvetia) di Sumatera Utara (2015-2018) sepanjang 6,27 km (Desember)

12. BORR
A. Bogor Ring Road Seksi 2B (KD Badak-SP Yasmin) di Jawa Barat (2017-2018) sepanjang 2,05 km (April)

13. Batang-Semarang
A. Batang-Semarang Seksi 1 (Batang-Batang Timur) di Jawa Tengah (2016-2018) sepanjang 3,2 km (Juni)
B. Batang-Semarang Seksi 2 (Batang Timur-Weleri) di Jawa Tengah (2016 - 2018) sepanjang 36,35 km (Juni)
C. Batang-Semarang Seksi 3 (Weleri-Kendal) di Jawa Tengah (2016-2018) sepanjang 11,05 km (Juni)
D. Batang-Semarang Seksi 4 (Kendal-Kaliwungu) di Jawa Tengah (2016-2018) sepanjang 13,5 km (Juni)
E. Batang-Semarang Seksi 5 (Kaliwungu-Semarang) di Jawa Tengah (2016-2018 ) sepanjang 10,9 km (Juni)

14. Kayu Agung-Betung
A. Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi 1 (Kayu Agung-Jakabaring) di Sumatera Selatan (2016-2018) sepanjang 33,5 km (Juni)
B. Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi 2 (Jakabaring-Musi Landas) di Sumatera Selatan 2016-2018 sepanjang 33,9 km (September)

15. Terbanggi-Kayu Agung
A. Terbanggi Besar-Kayu Agung Seksi 1 (Terbanggi Besar-Pematang Panggang) di Lampung (2017-2018) sepanjang 100 km (Juni)
B. Terbanggi Besar-Kayu Agung Seksi 2 (Pematang Panggang-Kayu Agung) di Lampung (2017-2018 sepanjang 85 km (Juni)

16. Pemalang-Batang
A. Pemalang-Batang Seksi 1 (Pemalang 1C-Pekalongan 1C) di Jawa Tengah (2016-2018) sepanjang 23,3 km (Juli)
B. Pemalang-Batang Seksi 2 (Pekalongan 1C-Batang 1C) di Jawa Tengah (2016-2018) sepanjang 15,9 km (Juli)

17. Gempol-Pasuruan
A. Gempol-Pasuruan Seksi 2 (Rembang-Pasuruan) di Jawa Timur (2015-2018) sepanjang 8,1 km (Agustus)
B. Gempol-Pasuruan Seksi 3 (Pasuruan-Grati) di Jawa Timur (2017-2018) sepanjang 12,15 km (Desember)

18. Semarang-Solo
A. Semarang-Solo Seksi 4 (Salatiga-Boyolali) di Jawa Tengah (2016 - 2018 ) sepanjang 24,13 km (September)
B. Semarang-Solo Seksi 5 (Boyolali-Kertosuro) di Jawa Tengah (2016 - 2018) sepanjang 8,41 km (September)

19. Pasuruan-Probolinggo
A. Pasuruan-Probolinggo Seksi 1 (Grati-Tongas) di Jawa Timur (2016-2018) sepanjang 7,93 km (Oktober)
B. Pasuruan-Probolinggo Seksi 2 (Tongas-Probolinggo Barat) di Jawa Timur (2016-2018) sepanjang 23,38 km (Oktober)
C. Pasuruan-Probolinggo Seksi 3 (Probolinggo Barat-Probolinggo Timur) di Jawa Timur (2016-2018) sepanjang 1,08 km (Oktober)

20. Krian-Manyar
A. Krian-Legundi-Bunder-Manyar Seksi 1 (Legundi-Kedamean-Menganti) di Jawa Timur (2016-2018) sepanjang 14,7 km (Desember)
B. Krian-Legundi-Bunder-Manyar Seksi 2 (Kedamean/Menganti-Boboh) di Jawa Timur (2016-2018) sepanjang 4,44 km (Desember)
C. Krian-Legundi-Bunder-Manyar Seksi 3 (Boboh-Bunder) di Jawa Timur (2016-2018) sepanjang 10,16 km (Desember)

21. Pandaan-Malang
A. Pandaan-Malang Seksi 1 (SS Pandaan-SS Purwodadi) di Jawa Timur (2016 - 2018 ) sepanjang 18,57 km (Desember)
B. Pandaan-Malang Seksi 2 (SS Purwodadi-SS Lawang) di Jawa Timur (2016-2018) sepanjang 7,74 km (Desember)
C. Pandaan-Malang Seksi 3 (SS Lawang-SS Pakis) di Jawa Timur (2016-2018) sepanjanh 8,32 km (Desember)

22. Cisumdawu
A. Cileunyi-Sumedang-Dawuan Seksi 1 (Cileunyi-Tanjung Sari) di Jawa Barat (2015 - 2018 ) sepanjang 12,2 km (Desember)
B. Cileunyi-Sumedang-Dawuan Seksi 2 (Tanjung Sari-Sumedang) di Jawa Barat (2015-2018) sepanjang 19,1 km (Desember)

23. Pekanbaru-Dumai
A. Pekanbaru-Dumai Seksi 1 (Pekanbaru-Minas) di Riau (2016-2018) sepanjang 9,2 km (Desember)
B. Pekanbaru-Dumai Seksi 2 (Minas-Petapahan/Kandis Selatan) di Riau (2016-2018) sepanjang 23,6 km (Desember)

24. Kertosono-Mojokerto
A. Kertosono-Mojokerto Seksi 4 di Jawa Tengah-Jawa Timur (2016-2018) (Desember)

25. Porong-Gempol
A. Porong-Gempol Seksi Porong-Kejapanan di Jawa Timur (2016-2018) sepanjang 7,05 km (Desember).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi kelompok radikal untuk menyebarkan benih-benih ideologi ekstrimis. Facebook, YouTube, Twitter, blog hingga aplikasi layanan pesan gratis seperti WhatsApp kini menjadi alat yang ampuh bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda, mendapatkan pengaruh, dan menjaring keanggotan warga di jejaring sosial (netizen). Dalam konteks ini anak-anak muda menjadi target propagandanya. Di era digital seperti sekarang, dunia maya telah menjadi kekuatan nyata yang menghubungkan soliditas dan militansi kelompok radikal hingga ke lintas negara. Keberadaannya menawarkan kemudahan dalam berinteraksi dan pengorganisasian. Karena itu, kemunculan mereka di jejaring virtual turut mengubah strategi dan pola teror. Bahkan pada dekade kedua abad ke-21 ini muncul kecenderungan kelompok radikal meningkatkan interaksi dan propagandanya. Mereka membuat laman-laman tertentu untuk menyebarkan ide dan gagasan kebencian, pemahaman radikal, ancaman, serta cara me...