Langsung ke konten utama

Dr Mahathir Puji Kepemimpinan Jokowi : Dia Berjaya

Dr Mahathir Puji Kepemimpinan Jokowi : Dia Berjaya
Pemimpin kawakan dari negeri jiran secara gamblang memuji kepemimpinan Pak Jokowi sebagai Presiden RI. Mantan Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad yang berusia 93 tahun ini mengungkapkan pujiannya dalam wawancara dengan Medcom.id di Yayasan Al-Bukhary, Malaysia, Jumat 2 Februari 2018.
Ini untuk kedua kalinya di media Pak Mahathir memuji Pak Jokowi. Bulan September lalu beliau memuji bahwa Jokowi luarbiasa saat diwawancara CNNIndonesia di chanel Youtube . Pak Mahathir mengatakan bahwa Jokowi Berjaya dan lebih baik berbanding dengan yang dahulu termasuk Pak Harto yang sezaman Pak Mahathir.
Mahathir malah memuji bahkan Indonesia di bawah Presiden Jokowi saat ini lebih baik kemajuannya baik dari segi pertumbuhannya dan segi keuangannya dari Malaysia. Luar biasa pengakuan Dr Mahathir ini.
Menurutnya ini dikarenakan dari segi Pemerintahan (Jokowi) yang paham segi ekonomi. Mahathir sangat respek karena Indonesia menurutnya ada 17 ribu pulau dan komunikasi susah. Bahwa Pak Jokowi berjaya itu suatu kejayaan.
Wow luar biasa pujian Pak Mahathir ini. Beda dengan pejabab-pejabat yang menjadi oposisi yang terus mengkritik Jokowi. Pujian yang disampaikan Pak Mahathir kembali diulangnya secara detil dalam tahun 2018 ini.
"Saya pernah bertemu dengan Presiden Jokowi. Dia ini seseorang yang memiliki pandangan yang luas. Tidak ada terlihat menjadi otoriter," kata Tun M, sapaan akrabnya. Mengomentari cara Jokowi memimpin Indonesia, Tun M meyakini bahwa Jokowi bisa membawa demokrasi Indonesia ke arah yang lebih kokoh dan baik.
"Saya yakin ia bisa membuat konsep demokrasi yang lebih kuat. Rakyat Indonesia saat ini harus lebih paham soal demokrasi. Jokowi juga sangat paham betul itu," ungkap dia.
Masa kepemimpinan Jokowi memang menuai banyak pujian dari pejabat-pejabat penting Malaysia termasuk warganya yang iri melihat ketegasan, kesederhanaan dan cerdiknya Jokowi membangun Indoensia saat ini.
"Saya iri dengan kemajuan Indonesia yang sangat pesat saat ini ketika dipimpin Jokowi. Dia juga merupakan sosok yang humble (rendah hati) dan sangat dipuji warga negara lain," ujar warga Malaysia yang bernama Abdul.
Lain dengan Mazlan, warga Malaysia yang juga ditemui Medcom.id. Mazlan mengaku selalu menonton vlog yang dibuat Jokowi dan diunggah ke akun Youtube-nya.
"Menarik sekali ada presiden yang seperti itu. Merangkul rakyat dan tidak melupakan rakyat, juga mau berbagi kegiatannya dengan rakyat," beber dia.
Berikut paparan pujian Malaysia kepada pemerintahan Jokowi:
Malaysia Puji Tak Ada Lagi Ekspor Asap
Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Mohamad Najib mengapresiasi cara Indonesia dalam mengatasi bencana kabut asap sehingga dalam dua tahun terakhir tidak ada lagi kiriman kabut asap dari Indonesia ke negaranya.
PM Najib menyampaikan rasa terima kasihnya tersebut kepada Presiden Joko Widodo dalam acara Rundingan Tahunan ke-12 Malaysia-Indonesia dalam rangka ulang tahun ke-60 hubungan diplomatik Malaysia-Indonesia yang digelar di Hotel Hilton Kuching, Rabu (22/11/2017). "Saya mau ucapkan terima kasih kepada kerajaan Republik Indonesia. Sudah dua tahun Malaysia tidak alami masalah jerebu," ujar Najib.
Malaysia Puji Kecepatan Proses Investasi
Pemerintah Malaysia memuji kecepatan proses investasi di Indonesia di bawah pemerintahan Joko Widodo, demikian Kompas, Senin 23 Agustus. Ini bukti reformasi birokrasi efektif zaman Jokowi.
Dato 'Razali Ibrahim, Wakil Menteri Departemen Perdana Menteri Malaysia memuji singkatnya waktu untuk mendapatkan persetujuan sebagai bukti Pemerintah Indonesia menghargai investasi asing. Hal itu juga kominmen serius dalam memperbaiki kemudahan berinvestasi dan berbisnis di Indonesia ujar Dato 'Razali Ibrahim.
Malaysia Puji Pembangunan Infrastruktur Indonesia
Gebrakan pembangunan di era Jokowi yang disebut oleh Laman Blog Jalan Raya Malaysia dipuji sebagai berskala besar. Laman Blog Jalan Raya Malaysia pernah me-repost foto jalan tol di Salatiga dengan caption serta komentar bernada pujian untuk pembangunan Tol Trans Jawa ini.
Netizen bernama NmRazif NHashim berkomentar : Material jalan yg selalu digunakan di sana. Cantik, jimat dan tahan lama katanya. Ada pujian singkat tapi mantap dari netizen Malaysia yang berujar : “Mantap sangat”.
Malaysia Puji Pak Jokowi dalam Pemberantasan Korupsi
Aksi Jokowi terlibat operasi tangkap tangan (OTT) dipuji rakyat Malaysia. Malaysiakini, menampilkan judul berita, "Jokowi Muncul Mengejut Saksi Tangkapan Penjawat Awam", diunggah pada 12 Oktober 2016.
Saking kagumnya netizen Malaysia pengen membajak Jokowi, tentunya dalam konteks candaan. *Jemput ke Malaysia Presiden Jokowi tangkap penjawat awam ambil duit masuk akaun peribadi," kata Bern An menggunakan Bahasa Melayu Malaysia dalam kolom komentar situs berita itu. Hahaha.
Malaysia Puji Kesederhanaan Konvoi Jokowi
Media Sinar Harian milik Malaysia memberitakan kebiasaan Jokowi memangkas jumlah iring-iringan mobil Presiden di Indonesia. Media ini mengabarkan bahwa Jokowi mengurangi jumlah kendaraan pengiring yang awalnya sebanyak 15 buah menjadi hanya 7 buah saja saat konvoinya di jalan raya.
Berita ini mereka beri judul 'Jokowi tidak gunakan siren, kurangi pengiring'. Jokowi mengurangkan jumlah kenderaan pengiring daripada 15 buah kepada hanya tujuh buah dalam konvoinya bagi mengurangkan kesesakan alias kemacetan.
Terima Kasih Pak Mahathir dan Terima Kasih Malaysia. Bersyukur kepada Tuhan dan bangga karena atas berkat dan rahmat-Nya Pak Jokowi bisa memimpin Indonesia dna menuai respek dari Anda dan negeri Anda.

Pak Jokowi pemimpin yang sederhana tapi jenius serta pekerja keras turut melambungkan nama Indonesia sejajar dengan negeri tetangga. Respek dan apresiasi mereka adalah bukti mereka mengakui terobosan dan gebrakan Presiden Jokowi yang juga membuat mereka kagum dan mereka jadikan sosok dna model pemimpin di Malaysia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poltracking: Jokowi Menang di Semua Skenario Pilpres

Joko Widodo memenangi semua simulasi pertarungan Pilpres, siapapun lawan yang dia hadapi. Jokowi juga menang melawan Prabowo Subianto, rivalnya sejak Pilpres 2014. Ini adalah hasil survei Poltracking Indonesia bertajuk 'Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019', dirilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). "Jokowi adalah capres terkuat. Namun demikian yang perlu dicatat, meskipun elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo dengan selisih 20% atau lebih sehingga Jokowi terbilang capres kuat, tetapi pada posisi elektoral masih belum aman sebagai capres incumbent, karena elektabilitasnya masih di bawah 60%, dan masih di bawah 50% jika simulasi berpasangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR, dalam paparannya. Survei menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi, dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error survei ini sebesar kurang le...

Mendidik Kaum Intoleran

Pemahaman agama kaum intoleran tidak sesuai dengan prinsip peradaban manusia dan cenderung menghancurkan.  Teriakan-teriakan memecah belah sedang marak terdengar di Indonesia. Sedikit-sedikit ingin demonstrasi, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit kafir. Kaum intoleran harus belajar makna dari konsep Ketuhanan yang Maha Esa. Agama yang tidak mengakui perbedaan menunjukkan bahwa dirinya tidak memahami teologi agamanya sendiri. Agama tercipta untuk menunjukkan hubungan manusia dan Tuhan yang diyakini. Semua Agama percaya bahwa Sang Pencipta adalah satu; Sang Pencipta adalah Maha Kuasa; Sang Penciptalah yang menciptakan segala sesuatunya. Kaum intoleran merasa agama-nya paling benar dan harus memusnahkan penganut agama lain. Pemikiran dangkal seperti ini harus diperbaiki dengan cara memahami segala sesuatu secara logis, pemikiran yang masuk akal. Kaum intoleran harus belajar memahami kehendak Sang Pencipta. Jika Tuhan memang menciptakan segala sesuatunya, untuk ap...

Mewaspadai Radikalisme Islam di Media Sosial

Pemanfaatan media sosial menjadi cara baru bagi kelompok radikal untuk menyebarkan benih-benih ideologi ekstrimis. Facebook, YouTube, Twitter, blog hingga aplikasi layanan pesan gratis seperti WhatsApp kini menjadi alat yang ampuh bagi kelompok teroris untuk melakukan propaganda, mendapatkan pengaruh, dan menjaring keanggotan warga di jejaring sosial (netizen). Dalam konteks ini anak-anak muda menjadi target propagandanya. Di era digital seperti sekarang, dunia maya telah menjadi kekuatan nyata yang menghubungkan soliditas dan militansi kelompok radikal hingga ke lintas negara. Keberadaannya menawarkan kemudahan dalam berinteraksi dan pengorganisasian. Karena itu, kemunculan mereka di jejaring virtual turut mengubah strategi dan pola teror. Bahkan pada dekade kedua abad ke-21 ini muncul kecenderungan kelompok radikal meningkatkan interaksi dan propagandanya. Mereka membuat laman-laman tertentu untuk menyebarkan ide dan gagasan kebencian, pemahaman radikal, ancaman, serta cara me...